Jika tak Hadir Besok, Eks Plt Gubernur Maluku Utara Bakal Dijemput Paksa

Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara sudah melayangkan panggilan kedua kepada mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Utara, M. Al Yasin Ali.

Al. Yasin dipanggil untuk diperiksa dalam dugaan korupsi pengelolaan keuangan pada program penunjang urusan Pemerintahan Daerah Provinsi Maluku Utara pada unit Wakil Kepala Daerah (WKDH) tahun anggaran 2022 senilai Rp 13.839.254.000 (13,8 miliar).

Informasi yang diterima, Al. Yasin menyatakan kesediannya untuk hadir pada Rabu (3/7) besok. Jika besok mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode itu juga tak hadir, maka Kejati tak segan-segan melakukan upaya paksa.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku Utara, Ardian, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini akan melayangkan panggilan kepada M. Al Yasin Ali.

Al. Yasin telah dipanggil secara resmi oleh tim penyidik baru satu kali dan ini direncana dilakukan pemanggilan kedua.

“Panggilan resmi dari penyidik itu baru satu kali. Yang satunya lagi itu dari BPK, kita hanya sediakan tempat. Namun panggilan BPK juga tidak hadir,” ujarnya, Selasa (2/7).

Ia menegaskan, penyidik akan melakukan upaya paksa apabila yang bersangkutan tidak kooperatif terhadap panggilan penyidik secara resm.

“Kalau tidak kooperatif kita panggil paksa. Apalagi ini sudah panggilan kedua,” terangnya. (gon/ask)