PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate telah menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan tahun 2025 dan induk tahun 2026 kepada DPRD Kota Ternate, Senin (14/7) malam tadi.
Dalam rancangan KUA-PPAS tersebut, baik anggaran perubahan 2025 maupun induk 2026 terdapat selisih tipis. Di perubahan KUA-PPAS tahun 2025, pendapatan dan belanja yang sebelumnya sebesar Rp 1.104.982.939.130, dirancang menjadi Rp 1.114.923.533.130.
Struktur anggaran ini terdiri dari, pendapatan asli daerah yang semula sebesar Rp 141.318.000.000 menjadi sebesar Rp 144.818.000.000. Pendapatan transfer semula sebesar Rp 957.595.878.000 menjadi sebesar Rp 963.158.472.000. Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula sebesar Rp 6.069.061.130 menjadi Rp 6.947.061.130.
Untuk peningkatan efektivitas pengelolaan keuangan daerah dalam pencapaian sasaran pembangunan serta dinamika dan perkembangan yang terjadi, maka kondisi umum belanja daerah dalam perubahan KUA-PPAS Kota Ternate tahun 2025 yang semula sebesar Rp 1.101.982.939.130 dirancang menjadi Rp 1.113.916.020.810.
Ini terdiri dari belanja operasi yang semula sebesar Rp 979.122.197.73 menjadi sebesar Rp 982.931.922.947. Belanja modal yang semula sebesar Rp 102.860.741.399 menjadi sebesar Rp 119.095.696.183. Belanja tidak terduga yang semula sebesar Rp 20.000.000.000 menjadi Rp 11.888.401.680. Jika dibandingkan dengan pendapatan daerah, maka KUA-PPAS tahun 2025 dirancang surplus senilai Rp 1.007.512.320 yang digunakan untuk menutupi pembiayaan netto.
Sementara anggaran KUA-PPAS tahun 2026 dirancang sebesar Rp 1.118.526.305.699. Ini terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 148.551.180.000, pendapatan transfer sebesar Rp 962.975.125.699, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 7.000.000.000.
Dengan mengacu pada kondisi obyektif, tuntutan kebutuhan riil dan dinamika serta perkembangan yang terjadi, maka kondisi umum belanja daerah dalam KUA-PPAS tahun anggaran 2026 dirancang sebesar Rp 1.115.526.305.699. Rinciannya belanja operasi sebesar Rp 981.122.197.731, belanja modal Rp 114.404.107.968, dan belanja tidak terduga Rp 20.000.000.000.












