MAJANG  

Dari Pengabdian hingga Peristirahatan Terakhir, Jenazah Burhan Abdurahman Kembali ke Ternate

PENAMALUT.COM, TERNATE — Setelah hampir lima tahun dimakamkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, jenazah mantan Wali Kota Ternate dua periode, almarhum Burhan Abdurahman, akhirnya dipulangkan dan dimakamkan kembali di Kota Ternate, Selasa (12/5).

Kepulangan almarhum bukan sekadar proses pemindahan makam, tetapi juga menjadi momen haru yang mengingatkan masyarakat akan dedikasi panjang Burhan Abdurahman dalam membangun Kota Ternate selama kurang lebih 10 tahun kepemimpinannya.

Mendiang Burhan Abdurahman wafat pada Juli 2021 lalu dan dimakamkan di Gowa. Namun keinginan keluarga agar almarhum dimakamkan di tanah kelahirannya akhirnya terwujud setelah proses relokasi jenazah dilakukan ke Ternate.

Setibanya di Ternate, Pemerintah Kota Ternate memberikan penghormatan terakhir di halaman Kantor Wali Kota. Ratusan warga, ASN, kerabat, hingga tokoh masyarakat ikut mengantar almarhum menuju pemakaman Islam untuk dimakamkan.

Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman mengatakan, sosok Burhan Abdurahman merupakan pemimpin pekerja keras yang memiliki dedikasi besar terhadap pembangunan daerah.

“Kita tetap berikhtiar untuk selalu menanamkan kebaikan setelah kembali kepada Maha Pencipta. Sebenarnya keinginan keluarga sejak lama sudah dipulangkan, tapi baru sekarang proses relokasi dari Makassar ke Ternate bisa terlaksana,” ujar Tauhid.

Tauhid mengenang almarhum sebagai figur yang disiplin dan memiliki kemampuan kuat dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di bidang keuangan daerah dan birokrasi.

“Almarhum seorang pekerja pantang menyerah, terutama keahlian di bidang keuangan dan pendapatan. Saya banyak belajar soal pengelolaan keuangan saat beliau menjadi wali kota. Beliau sangat lihai dalam tata kelola birokrasi,” katanya.

Selama dua periode memimpin Kota Ternate, Burhan Abdurahman dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang meletakkan banyak fondasi pembangunan kota. Berbagai program penataan kawasan perkotaan, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan pelayanan publik, hingga pembenahan tata kelola pemerintahan dilakukan di masa kepemimpinannya.

Di bawah kepemimpinannya, wajah Kota Ternate perlahan berubah dengan pembangunan sejumlah fasilitas publik, peningkatan konektivitas wilayah, serta penataan pusat kota yang menjadi bagian dari identitas Ternate saat ini. Dedikasinya selama satu dekade itu membuat nama Burhan Abdurahman masih dikenang oleh banyak warga.

Kini, setelah perjalanan panjang pengabdiannya, Burhan Abdurahman akhirnya kembali ke kota yang pernah ia pimpin dan bangun selama bertahun-tahun, untuk beristirahat terakhir di tanah kelahirannya, Kota Ternate. (udi/ask)