DAERAH  

Wali Kota Tidore Komitmen Kurangi Tunjangan Pejabat

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen.

PENAMALUT.COM, TIDORE – Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak termasuk Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU Kota Tidore Kepulauan melalui dialog humanis terkait semangat efisiensi yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia, Wali Kota Muhammad Sinen menyatakan komitmennya untuk melakukan pengurangan tunjangan di lingkup DPRD Kota Tidore maupun Pemerintah Kota Tidore.

Hal ini dilakukan dengan tujuan agar uang rakyat yang dikelola pemerintah daerah dapat dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Karena kami sudah diminta oleh GP Ansor dan Fatayat NU untuk segera melakukan pertemuan dengan DPRD, maka dalam waktu dekat kami akan mengundang keterwakilan dari DPRD untuk membicarakan mengenai tuntutan ini, terutama soal pengurangan tunjangan di DPRD,” ujarnya, Rabu (3/9).

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota Tidore ini juga membuka diri kepada DPRD agar menilai besaran tunjangan milik pejabat di lingkup Pemerintah Kota Tidore yang mungkin dianggap tidak wajar, terutama tunjangan milik Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“DPRD juga harus menilai pemerintah daerah atas besaran tunjangan yang tidak wajar untuk diwajarkan, sehingga dampak dari efisensi ini benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Muhammad Sinen menyebut besar dan kecil nilai tunjangan bukan menjadi ukuran soal kepuasan, melainkan ketulusan dan keikhlasan dari pejabat untuk membangun daerah serta mensejahterakan masyarakatnya.

“Soal tunjangan ini tidak boleh ikut kemauan kita, tapi harus disesuaikan dengan kemampuan daerah. Jadi kita sudah harus memulai dengan melakukan efisiensi dari diri sendiri,” tegasnya.

Sikap yang ditunjukan Wali Kota Tidore Kepulauan ini mendapat apresiasi dari Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU Kota Tidore.

Melalui Ketua GP Ansor Kota Tidore, Jafar Noh Idrus, menyatakan semangat yang dibangun Wali Kota Muhammad Sinen ini perlu didukung oleh semua komponen masyarakat. Pasalnya, sikap tersebut jarang dimiliki oleh pemimpin di Maluku Utara bahkan Indonesia.

“Ini sikap luar biasa dari seorang pemimpin yang tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang banyak. Kami berharap, DPRD sebagai lembaga Wakil Rakyat bisa mencotohkan semangat ini untuk kemajuan Kota Tidore dan Kesejahteraan Masyarakat,” ujarn Noke sapaan akrab Jafar Noh.