Fraksi PDIP Tidore Tanggapi Protes 8 PAC, Akui Ada Miskomunikasi

PENAMALUT.COM, TIDORE – Sikap protes yang disampaikan oleh delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kota Tidore Kepulauan terhadap kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tidore Kepulauan mulai ditanggapi internal partai.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tidore Kepulauan, Hamga Basinu, mengatakan bahwa penyampaian mosi tidak percaya oleh PAC merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam sebuah organisasi politik.

“Ini penyampaian dari akar rumput dan hal yang wajar. Tinggal bagaimana kita menyikapinya secara profesional,” ujar Hamga, Rabu (28/1).

Sebelumnya, surat mosi tidak percaya yang dilayangkan delapan PAC tersebut telah diterima oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tidore Kepulauan, Wahyudi Wahid.

Hamga mengakui, protes PAC tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, aksi tersebut kemungkinan besar dipicu oleh miskomunikasi antara fraksi dan struktur partai di tingkat bawah.

“Gejolak seperti ini wajar. Kemarin memang ada sedikit kekeliruan dari kami, khususnya terkait agenda reses Fraksi yang tidak melibatkan anggota PAC,” jelas politisi yang akrab disapa Gapo itu.

Ia menegaskan, ke depan Fraksi PDI Perjuangan akan menindaklanjuti tuntutan PAC dengan melibatkan mereka dalam setiap kegiatan reses yang dilaksanakan oleh anggota DPRD di daerah pemilihan masing-masing.

“Teman-teman PAC menginginkan agar setiap reses melibatkan mereka. Ini akan menjadi bahan evaluasi serius di internal Fraksi,” katanya.

Hamga juga menyampaikan, setelah rapat internal DPRD, Fraksi PDI Perjuangan akan menggelar pertemuan bersama PAC dan DPC PDI Perjuangan untuk mencari akar persoalan secara menyeluruh.

Terkait tuntutan PAC yang menginginkan Ade Kama dicopot dari jabatan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Hamga mengaku baru mengetahui adanya desakan tersebut.

“Mudah-mudahan dalam rapat evaluasi nanti bisa diketahui apa penyebab utama munculnya desakan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, H. Ade Kama, memilih enggan berkomentar terkait polemik tersebut.

“Ketua Fraksi sudah memberikan pernyataan. Dalam waktu dekat akan dilakukan rapat antara Fraksi dan PAC PDI Perjuangan,” singkatnya.