Desak Copot Kepala Bea Cukai Ternate, Soroti Maraknya Penyelundupan di Maluku Utara

Massa Kadera Institute melakukan aksi di depan Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Kota Ternate. (Dok NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Puluhan massa yang tergabung dalam Kadera Institute menggelar aksi demonstrasi Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Kota Ternate, Senin (2/2).

Mereka mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI segera mencopot Kepala Bea Cukai Tipe Madya Ternate, Jaka Riyadi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas lemahnya pengawasan terhadap maraknya praktik ekonomi ilegal di wilayah Maluku Utara.

Dalam orasinya, massa aksi menilai Maluku Utara merupakan wilayah strategis nasional yang justru rawan dijadikan jalur penyelundupan. Karakteristik daerah kepulauan dengan banyak jalur laut terbuka serta keberadaan pelabuhan-pelabuhan kecil dinilai menjadi celah subur bagi praktik black market yang merugikan negara dan masyarakat.

“Maluku Utara kaya sumber daya alam, tapi ironisnya justru menjadi surga barang ilegal. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan Bea Cukai di daerah,” teriak salah satu orator Kadera Institute dalam aksi tersebut.

Massa aksi menyoroti dugaan peredaran rokok ilegal, distribusi BBM ilegal, hingga penyelundupan nikel dan mineral lainnya yang diduga keluar-masuk Maluku Utara melalui jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus. Kondisi ini, menurut mereka, tidak bisa dilepaskan dari kegagalan fungsi pengawasan kepabeanan dan cukai di wilayah tersebut.

Kadera Institute menegaskan bahwa lemahnya pengawasan Bea Cukai tidak hanya berdampak pada kebocoran penerimaan negara, tetapi juga mencederai rasa keadilan ekonomi masyarakat. Pembiaran terhadap praktik ilegal dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mandat negara dalam melindungi kepentingan publik.

“Bea Cukai adalah institusi strategis pengelola penerimaan negara. Jika pengawasan lemah dan praktik ilegal dibiarkan, maka wajar jika publik mempertanyakan kinerja hingga integritas pimpinan di daerah,” tegas mereka.

Dalam aksi itu, Kadera Institute juga menuntut Bea Cukai Tipe Madya Ternate untuk tidak bersikap reaktif setiap kali isu ilegal mencuat. Mereka mendesak dibukanya ruang pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan elemen publik lainnya agar pengawasan tidak bersifat tertutup dan elitis.

Tuntutan Massa Aksi Kadera Institute:

Mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI segera mencopot Kepala Bea Cukai Tipe Madya Ternate karena dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan.

Menuntut Bea Cukai Ternate bertindak tegas dan konsisten terhadap peredaran rokok ilegal, distribusi BBM ilegal, serta praktik ekspor-impor nikel dan mineral melalui jalur tikus di Maluku Utara.

Meminta Bea Cukai Ternate membuka secara transparan jalur dan trayek resmi ekspor-impor di Maluku Utara untuk mencegah penyalahgunaan jalur tidak resmi.

Mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan integritas jajaran Bea Cukai Ternate atas maraknya produk ilegal yang beredar.

Menuntut sosialisasi publik secara masif bahwa Bea Cukai sebagai pengelola penerimaan negara harus tunduk pada pengawasan masyarakat, karena pembiaran praktik ilegal merupakan bentuk ketidakadilan bagi rakyat.

Massa aksi menyatakan akan terus melakukan konsolidasi dan aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Mereka menegaskan, pemberantasan ekonomi ilegal di Maluku Utara tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus dibuktikan dengan langkah tegas dan nyata. (ask)