DAERAH  

BPJN Malut Pastikan Jalan Nasional di Morotai Mulai Diperbaiki Tahun Ini

PENAMALUT.COM, TERNATE – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara memastikan sejumlah ruas jalan nasional yang rusak di wilayah Morotai mulai ditangani pada tahun 2026 melalui pekerjaan pengaspalan dan perbaikan jalan.

Kepala BPJN Malut, Abdul Hamid Payapo, mengatakan kontrak pekerjaan penanganan jalan rusak telah dilakukan sejak April 2026 dan pelaksanaannya segera dikerjakan oleh Satker PJN 1 dan PPK 1.4.

“Sudah saya instruksikan untuk segera ditangani,” kata Abdul Hamid, Rabu (3/6).

Ia menegaskan BPJN Malut berkomitmen memastikan pelayanan infrastruktur jalan bagi masyarakat tetap terpenuhi. Menurutnya, masyarakat juga dapat langsung menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan melalui PPK di lapangan maupun langsung ke BPJN.

“Kami siap melayani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Fahmi Usman, menyampaikan perbaikan ruas jalan nasional tahun ini mulai dilakukan di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Morotai Selatan, Morotai Timur, Morotai Utara, Morotai Jaya hingga Morotai Selatan Barat.

Menurut Fahmi, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Balai dan PPK Jalan Nasional yang menangani ruas Sangowo–Sopi di Kecamatan Morotai Jaya serta ruas Sangowo–Wayabulan di Morotai Selatan Barat.

“Langkah dari kami PUPR saat ini sudah berkoordinasi langsung dengan Balai PPK Jalan yang menangani jalan nasional dari Sangowo sampai Sopi, kemudian dari Sangowo sampai Wayabulan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan hotmix jalan nasional juga akan menyasar kawasan pusat kota kabupaten, termasuk ruas dari Bandara Pitu di Desa Wawama menuju Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan. Pekerjaan tersebut diperkirakan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.

Fahmi menambahkan, penanganan jalan meliputi pengaspalan, tambal bongkar, reservasi jalan, hingga penutupan lubang dan overlay pada ruas yang mengalami kerusakan. Untuk ruas Sangowo–Sopi di Kecamatan Morotai Jaya memiliki panjang sekitar 97,5 kilometer, sementara ruas Sangowo–Wayabulan di Morotai Selatan Barat mencapai sekitar 150 kilometer. Penanganan diprioritaskan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat.

“Kalau yang 30 kilometer itu pekerjaan reservasi pada ruas Sangowo sampai Sopi dan tahun ini sudah dilakukan penandatanganan kontrak. Salah satu perusahaan yang menangani pekerjaan itu yakni PT Intim Kara,” tandasnya. (ask)