DAERAH  

9 Miliar Hilang karena Efisiensi, Warga Marabose Kini Pertaruhkan Nyawa di Jalan Rusak

Kondisi jalan menuju TPA Marabose

PENAMALUT.COM, LABUHA – Harapan warga Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, untuk menikmati jalan layak kembali pupus. Proyek pembangunan jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang sebelumnya telah dianggarkan sekitar Rp 9 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025, tak kunjung terealisasi setelah terkena kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Kini, warga harus kembali berhadapan dengan jalan penuh batu dan lubang yang membentang sekitar tiga kilometer. Setiap hari, mereka mempertaruhkan keselamatan ketika melintasi akses yang juga menghubungkan perkebunan, permukiman dan sekolah.

Bagi warga, efisiensi anggaran bukan sekadar angka dalam dokumen pemerintah. Dampaknya mereka rasakan langsung di jalan, kendaraan sulit melintas, pengendara dihantui risiko terjatuh, sementara anak-anak sekolah juga harus melewati jalur yang kondisinya memprihatinkan.

Kondisi tersebut tentu meresahkan warga. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil langkah konkret agar pembangunan jalan TPA Marabose  segera terealisasi.

Irma (57), warga Desa Marabose, mengaku dirinya bersama warga lainnya selalu merasa khawatir ketika melewati jalan tersebut, terutama saat menggunakan sepeda motor menuju kebun.

“Jalan ini kalau setiap torang (kami) lewat itu torang takut. Kalau torang pergi ke kebun pakai motor, torang takut jatuh. Jalan rusak begini bisa biking (membuat) torang celaka,” ujarnya saat ditemui, Senin (10/8).

Menurut Irma, kerusakan jalan bukan persoalan baru. Sejumlah pengendara bahkan nyaris mengalami kecelakaan karena ban kendaraan masuk ke lubang.

Yang membuat warga semakin cemas, jalur tersebut bukan hanya digunakan petani menuju kebun. Di kawasan itu terdapat rumah warga serta akses menuju sekolah, termasuk SMA Misbahul Aulad Labuha dan SMP.

“Torang punya jalan ini tidak hanya arah menuju kebun, tapi di dalamnya ada sekolah dan rumah warga. Sudah ada kejadian torang hampir jatuh dari motor, karena ban motor masuk lubang. Begitu juga dengan anak-anak sekolah,” katanya.

Ia berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan serius sebelum pembangunan jalan direalisasikan.

“Semoga pemerintah bisa bangun jalan ini supaya torang punya akses lebih mudah,” harapnya. (rul/ask)