DAERAH  

Jembatan Kasango-Beringin Capai 95 Persen, BPJN Malut Kejar Penyelesaian

PENAMALUT.COM, TALIABU – Pembangunan Jembatan Kasango dan Jembatan Beringin di Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu, yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, kini memasuki tahap akhir.

Progres fisik dua jembatan yang menjadi bagian penting dalam membuka konektivitas wilayah tersebut telah mencapai sekitar 95 persen. Pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Kedua jembatan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung akses dari wilayah Bobong menuju sejumlah desa di Taliabu Barat Laut. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Pelaksana lapangan, Awal, mengatakan pekerjaan saat ini tinggal menyisakan sejumlah tahapan akhir, di antaranya pengaspalan oprit jembatan dan pembangunan bronjong.

“Kami terus memacu percepatan di lapangan agar sisa pekerjaan lima persen ini dapat selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis,” kata Awal, Sabtu (8/8).

Ia menyebutkan, dengan kondisi pekerjaan saat ini, secara keseluruhan jembatan diperkirakan dapat selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Namun, untuk progres fisik, pihaknya menargetkan sisa pekerjaan dapat dituntaskan paling lambat dalam dua minggu apabila proses mobilisasi material berjalan lancar.

Menurut Awal, Jembatan Kasango dan Beringin sangat vital bagi masyarakat Taliabu Barat Laut. Selain memperpendek waktu tempuh, kedua infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi pemicu peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Keberadaan Jembatan Kasango dan Beringin sangat vital untuk memangkas waktu tempuh masyarakat serta menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujarnya.

Di sisi lain, pelaksana berharap persoalan regulasi terkait material Galian C dapat segera dipercepat. Hal ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran pekerjaan paket Inpres Jalan Daerah (IJD) yang ditangani BPJN Maluku Utara.

“Regulasi terkait Galian C perlu dipercepat agar paket IJD Balai bisa lancar, karena paket lanjutan akan segera dimulai,” ungkapnya.

Rampungnya kedua jembatan tersebut nantinya akan mengakhiri ketergantungan masyarakat terhadap jembatan darurat yang selama ini rawan mengalami kerusakan, terutama ketika musim penghujan.

Dengan infrastruktur permanen tersebut, jalur transportasi dan distribusi logistik diharapkan dapat berfungsi lebih optimal sepanjang tahun. Akses yang semakin terbuka juga diyakini akan memperkuat konektivitas antardesa dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Taliabu Barat Laut. (ask)