MAJANG  

Sekda Kota Ternate Dominasi Peran Wakil Wali Kota

Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, rupanya punya peran lebih ketimbang Wakil Wali Kota Nasri Abubakar dalam kebijakan di Pemkot Ternate.

Dominannya peran Rizal ini mulai terlihat dalam beberap kegiatan di Pemkot Ternate. Bahkan kabarnya, pimpinan OPD lebih takut kepada Sekda daripada Wakil Wali Kota.

Jika ada agenda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak dan ASN, maka OPD selaku penyelenggara pasti menghadirkan Sekretaris Daerah (Sekda) Rizal Marsaoly.

Padahal saat bersamaan, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar berada di Ternate. Sementara ini Wali Kota M. Tauhid Soleman sedang melaksanakan ibadah haji. Tampak jelas pada dua agenda yang baru-baru ini dilaksanakan di Ternate.

Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar.

Pertama, terkait dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK tahap I pada Jumat (16/5) lalu. OPD teknis yang punya hajatan ini, justru menghadirkan Sekda Ternate. Padahal, kabarnya Wakil Wali Kota berada di Ternate. Sedikitnya 328 PPPK yang terima SK ketika itu. Sejumlah pimpinan OPD juga ikut hadir.

Agenda kedua terkait dengan pembukaan turnamen Liga Pelajar Tingkat SMP se-Kota Ternate pada Senin (26/5) di Lapangan Ya-Anhar, Kelurahan Gambesi. Penyelenggara kegiatan ini adalah Askot Ternate. Kasatpol PP Ternate, Fhandy Mahmud sementara ini menjabat Ketua Askot. Kegiatan yang juga dihadiri beberapa pimpinan OPD dan disaksikan ratusan warga itu dibuka oleh Sekda Rizal Marsaoly. Saat yang sama, Wakil Wali Kota berada di Kota Ternate.

Ada dugaan kemungkinan, ini ada kaitannya dengan kepentingan politik jangka panjang. Termasuk ada hubungannya jelang pelantikan pimpinan OPD yang dijadwalkan beberapa waktu ke depan.

Informasinya, kalau ruang gerak Wakil Wali Kota mulai dibatasi kelihatannya sudah tercium, bahkan oleh orang-orang dekat Nasri Abubakar di sejumlah OPD.

Tidak hanya itu, Sekretaris Partai Demokrat Maluku Utara Junaidi Baharudin yang juga anggota DPRD Kota Ternate itu mulai tak setuju dengan kebijakan Pemkot. Kabarnya, Junaidi yang pernah menjadi Ketua Tim Pemenangan Tauhid-Nasri pada Pilwako lalu juga tak lagi dilibatkan dilibatkan dalam sejumlah hal.

Atas dasar itu, Junaidi kemudian memberikan isyarat menolak rencana reklamasi kawasan ekonomi baru yang dimulai dari Pantai Fitu hingga Jambula.

Sejak 20 Februari 2025, ketika Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, baru kali ini anggota DPRD dari Partai Demokrat melontarkan pernyataan berbeda. Padahal, Nasri Abubakar adalah Bendahara Umum DPD Demokrat Maluku Utara. (ask)