Kas Daerah Nihil, Pemkab Halut Sedang Berhutang

  • Bagikan
Kantor Bupati Halmahera Utara. (Istimewa)

PENA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut) saat ini sedang memutar otak untuk melakukan pinjaman ke salah satu bank untuk memenuhi kebutuhan daerah. Lantaran saat ini, kas Pemkab Halut dikabarkan sedang kosong.

Kebutuhan daerah yang dirasa paling urgen saat ini ialah kebutuhan demi kelancaran roda pemerintahan dan kebutuhan anggaran untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang.

Bupati Halmahera Utara Frans Manery saat dikonfirmasi usai membaca nota kesepakatan KUPA PPAS perubahan, di ruang rapat bangsaha DPRD Halut, menjelaskan bahwa saat ini pemkab sedang melakukan pinjaman. Pinjaman itu khusus untuk penyelenggaraan Pilkada 2020.

“Karena kita tidak bisa berharap Dana Bagi Hasil ( lDBH) yang belum tahu pasti kapan,” katanya, Jumat (27/8).

Dikatakannya pinjaman ini untuk menutupi kekosongan kas daerah. Setelah DBH keluar, pemkab akan menutupi menggunakan anggaran tersebut. Karena pemkab sendiri belum tahu kejelasan DBH akan datang. Sehingga dengan cara peminjaman ini untuk pelaksanaan pilkada.

Frans mengakui Kekosongan kas daerah ini disebabkan karena Covid-19. Sehingga berdampak pada penurunan APBD dengan senilai Rp106 miliar.

Sementara Ketua komisi I DPRD Halut, Irfan Soekoenay menjelaskan, pinjaman senilai Rp 33 miliar oleh pemkab itu tidak hanya untuk mendanai pilkada.

“Tidak ansih anggaran Pilkada saja. Tidak hanya untuk KPU, Bawaslu atau TNI-Polri untuk pengaman Pilkada. Item lain juga harus terisi,” jelasnya.

Item lainnyang dimaksud Irfan yang harus dianggarkan adalah termasuk pendapatan tetap (Siltap) Kades dan Perangkat Desa, Gaji 13 dan TKD. (FN)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!