Dikbud Halut Tetap Terapkan Belajar Jarak Jauh

0
Kabid SMP Dikbud Halut, Jantjen. (Foto: chido/penamalut.com)

PENA – Sejak meninggalnya sekda Halmahera Utara (Halut) Fredy Tjandua, Kamis 20 Agustus lalu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halut langsung melakukn evaluasi jumlah orang yang diduga terkonfirmasi positif Corona sesuai jumlah desa.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran dengan penerapan pembatasan secara mandiri.

Kabid SMP Dikbud Halut, Jantjen, mengakui pihaknya tidak mengeluarkan surat untuk menyatakan libur usai meninggalnya Fredy. Hanya saja, proses belajar mengajar tetap dilakukan sesuai dengan yang sudah diedarkan diawal, yaitu dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Jadi mekanismenya diatur berdasarkan satuan pendidikan sesuai dengan skenario yang sudah disosialisasikan kepada semua kepala sekolah,” kata Jantjen, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/9).

Jantjen mengungkapkan, ada beberapa guru yang datang kepadanya dan menyampaikan kelujan usai meninggalnya sekda. Katanya, ada orong tua yang khawatir ketika guru datang bertatap muka dengan siswa meskipun hanya beberapa menit untuk membagikan modul pembelajaran.

“Ini kemudian ada guru yang menolak kedatangan guru ke rumah siswa karena kondisi yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Tambah dia, pihaknya langsung mengarahkan ke guru untuk menyesuaikan dengan siswa yang bisa dijangkau menggunakan pembelajaran daring. Itu dilakukan agar pelayanan pembelajaran terus berjalan.

Tambahnya lagi, jika ada kelompok siswa yang tidak bisa dijangkau dengan daring, maka dilakukan atau diarahkan dengan komunikasi seluler. Karena untuk siapkan modul, perlu mengikuti mekanisme yang berjalan dua minggu sekali untuk dibagikan ke orang tua siswa setelah dikembalikan ke guru. Usai itu, pihak guru melakukan evaluasi pembelajaran.

“Kami sampai saat ini tidak menggeluarkan satu surat edaran dengan kondisi yang terjadi pasca meninggalnya sekda Halut,” ujarnya

Terkait dengan pembelajaran tatap muka, pihak Dikbud sebelumnya telah merencanakan, bahkan sudah menyurat ke bupati agar wialyah zona hijau dan kuning dilakukan kegiatan belajar tatap muka berdasarkan SKB 4 menteri. (FN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here