Pilkada Halut, Kelompok Cun-Kasman Jadi Rebutan

  • Bagikan
Helmi Alhadar. (Foto: Istimewa)


PENA – Pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Halmahera Utara (Halut) diisi dua kontestan Frans Manery-Muhlis Tapi Tapi dan Joel B. Wogono-Said Bajak. Menarik diikuti, apakah Frans-Muhlis sebagai petahana akan kembali menjabat untuk kedua kalinya, atau Joel-Said yang akan menumbangkan petahana.

Pengamat Politik Malut Dr. Helmi Alhadar kepada penamalut.com menjelaskan, kemunculan figur baru di pilbup Halut ini harus mampu memanfaatkan ruang dan kesempatan, serta program dan isu yang dikelola sesuai dengan harapan mereka yang tak menghendaki lagi incumbent.

Menurut Helmi, perkembangan politik Halut awalnya ada tiga kontestan yaitu FM Mantap, Joel Said dan Cun-Kasman yang masing-masing  memiliki masa tersendiri.  Namun pada akhirnya yang muncul ke permukaan hanya dua kontestan. Padahal yang tak muncul ini memiliki elektabilitas yang baik.

Dikatakannya, Joel-Said memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik, dan mengikat kelompok Cun Kasman yang lagi kecewa. Maka bapaslon tersebut  memiliki kans.

Joel-Said juga harus mampu memanfaatkan isu-isu yang sesuai dengan harapan Cun-Kasman. Dan sepatutunya hingga mendeklrasi dukungan ke Bapaslon yang di dukung PDIP dan PKB ini.

“Semuanya tergantung komunikasi politik yang di bangun kelompok Joel-Said,” kata Helmi, yang juga Direktur Lembaga Strategi Komunikasi dan Politik (Leskompol) Malut, pada Sabtu (12/9).

Helmi membeberkan, kalaupun penyebaran kelompok Cun-Kasman secara merata ke dua Bapaslon, maka petahana yang akan diuntungkan. Sementara ia melihat sebagian masyarakat di Halut menghendaki perubahan kepemimpinan dan itu nyata.

“Joel-Said ini harus mampu merangkul kelompok Cun-Kasman,” ujarnya.

Alumni Universitas Padjadjaran ini mengatakan, saat ini hanya satu kelompok oposisi yang maju. Kalaupun kelompok oposisi ini menyatu, tentunya petahana akan kesulitan. Tetapai petahana  juga akan melancarkan taktik untuk merangkul kelompok oposisi Cun-Kasman.

“Saat ini tergantung siapa yang punya kemampuan wacana yang lebih realistis sesuai dengan kondisi sosial yang ada di Halut,” ungkapnya.

Tambah Helmi, kalau kita melihat suara partai, tentunya petahana sangat kuat. Tetapi apakah mayoritas partai  mencerminkan suara dari akar rumput? Itu perlu dibuktikan.

“Sebab tidak selamanya partai besar memiliki hubungan dengan mayarakat akar rumput,” tandasnya. (fnc)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!