Pembangunan Rumah Layak Huni Akan Berlanjut di 2021

  • Bagikan
Ilustrasi gambar rumah layak huni.

PENA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Disperkim) sudah mulai action dilapangan dengan membantu masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni untuk dibangun dengan model semi permanen.

Kepala Disperkim Malut, Djafar Ismail mengatakan, tipe rumah yang akan dibangun dengan model semi parmanen itu harus benar-benar milik sendiri yang itu dibuktikan dengan sertifikat dan surat keterangan dari kepala desa/kelurahan setempat.

“Rumah yang dibangun bena-benar memiliki sertifikat, sehingga kedepan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” kata Jafar baru-baru ini.

Menurutnya, sumber anggaran untuk pembangunan rumah tidak layak huni tersebut dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Program ini sesuai dengan janji Gubernur Abdul Gani Kasuba kepada masyarakat Malut. Memang semua belum dibangun karena faktor Pandemi Covid-19 yang itu mempengaruhi anggaran, sebab sebagian sudah masuk refocusing.

Dirinya berharap di tahun 2021 dapat melanjutkan program pembangunan rumah tak layak huni. Meski begitu, Disperkim akan terus mengkroscek di masing-masing desa untuk mengetahui berapa jumlah rumah tak layak huni yang belum dan sudah dibangun.

Sebelumnya Kepala Bidang Perumahan Disperkim Malut, Fahmi Rachman mengatakan, kriteria rumah layak huni adalah rumah yang memiliki persyaratan keselamatan bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya. Untuk menciptakan rumah tersebut harus mempertimbangkan hal-hal seperti struktur konstruksi atap, lantai, dan dinding yang memenuhi persyaratan teknis keselamatan dan kenyamanan yang kokoh tidak ada retak-retak.

Rumah yang dibangun pun harus memenuhi beberapa kriteria dan persyaratan, diantaranya dinding dan atap dalam kondisi rusak yang dapat membahayakan keselamatan penghuni. Dinding dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak atau lapuk, lantai terbuat dari (tanah, papan, bambu/semen atau keramik) dalam kondisi rusak, tidak memiliki tempat (mandi, cuci, kakus), dan luas lantai kurang dari 7,2 m2/orang (tujuh koma 2 meter persegi per orang. (ask/adv)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!