Terindikasi Banyak Kecurangan, Tim Helmi-La Ode Bersiap ke MK dan DKPP

  • Bagikan
Tangkapan layar video bukti kecurangan di desa Samsuma, kecamatan Pulau Makian. Salah seorang warga mencoblos sekitar 5 surat suara, Rabu (9/12).

PENA – Pleno rekapitulasi perhitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Halmahera Selatan (Halsel) belum berakhir hingga saat ini.

Meski demikian, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor 1 Helmi Umar Muchsin dan La Ode Arfan, telah mempersiapkan kemungkinan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terlepas dari hasil yang diperoleh pada ketukan terakhir KPU Halsel nanti.

Ketua Tim Pemenangan Nomir Urut 1, Asnawi Lagalante mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK), untuk menggugat proses pelaksanaan Pilkada 2020 yang dinilai banyak terjadi kecurangan.

“Langkah hukum jelas kita ke MK, MK kan instrumen yang tersedia. Kita komplain masalah dari mulai tahapan-tahapan pemilihan hingga perhitungan di tiap desa dan kecamatan,” kata Asnawi, Selasa (15/12).

Asnawi menambahkan, pihaknya akan menyesuaikan waktu pengajuan gugatan melalui MK yang terbatas maksimal tiga hari pasca-pengumuman rekapitulasi oleh KPU jika melebihi waktu itu maka pengajuan gugatan tidak lagi memiliki legitimasi.

“Intinya sekarang kita segera tempuh langkah hukum dulu ke MK. Sekarang tim sedang mencari (temuan lain), kalau benar penyelenggara pemilu ada yang bermain kan ada DKPP. Pokoknya kita ingin diklarifikasi ini semua,” tegasnya. (*)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!