Program Strategis Dinas PUPR Malut 2020 Tuai Keberhasilan

0
Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama. (Istimewa)

PENA – Program kegiatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara (Malut) selama tahun 2020 telah mencapai progres hampir 100 persen. Ini berdasarkam data yang dipaparkan Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama, Selasa (5/1).

Santrani menjelaskan, capaian kegiatan infastruktur selama satu tahun yang sudah hampir 100 persen itu misalkan pekerjaan proyek pembangunan jembatan Ake Buton di Kabupaten Halmahera Selatan. Dimana mulai dari pemasangan rangka baja hingga pengecoran sudah selesai dan sudah dapat dilewati pengendara. Begitu juga pembangunan Masjid Raya Sofifi pada tahap satu sudah selah selesai dikerjakan.

“Begitu juga jalan yang pada segmen satu sudah selesai,” ujarnya.

Santrani juga memaparkan bahwa terkait infrastruktur di PUPR ini terdapat beberapa item. Misalkan air minum. Rumah tangga yang memiliki akses pada sumber air minum bersih mencapai 68,4 persen yang tersebar di wilayah Maluku Utara, terutama di wilayah Sofifi. Dengan begitu, di tahun 2021 ini akan diupayakan untuk produksi air yang di ambil dari kali Oba akan teraliri ke semua masyarakat di Sofifi, karena saat ini ada keluhan warga bahwa air di Sofifi kurang maksimal. Ini karena kapisitas penampung air tidak berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat.

“Maka tahun ini kami akan benahi itu, dan kita sudah anggarkan Rp 10 Miliar. Dengan begitu bisa mengatasi masalah air di Sofifi,” jelasnya.

Untuk sanitasi, rumah yang memiliki akses pada sinitasi layak sudah mencapai 67 persen. Ini sesuai dengan laporan yang diterima dari masyarakat. Sedangkan pembangunan jalan, lanjut dia, dari total 1.276 Km ruas jalan provinsi tingkat kemantapan jalan mencapai 52,23 persen atau 666,88 Km. Pembangunan jalan memang banyak kontraversi, tetapi kemantapan jalan sudah mencapi 50 persen. Dengan tambahan pinjaman dari PT SMI, maka PUPR menargetkan bisa capai 80 kilometer dalam setahun. Artinya, ada efisiensi waktu dan anggaran. Karena provinsi hanya bisa memproduksi jalan selama satu tahun itu hanya 20-30 kilometer.

Lanjut Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Malut ini bahwa, rasio luas daerah irigasi di bawah kewenangan Provinsi Malut yang dilayani jaringan irigasi mencapai 39,53 persen. Ini tersebar di Halmahera Tengan dan Halmahera Timur. Untuk aspek tata ruang, pihaknya juga telah selesai membuat dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan RTRW Kawasan Strategis di Pulau Obi sekaligus mendukung pengembangan Kawan Industri (KI) Obi.

Hal ini penting, kata Santrani, karena area tersebut banyak perusahan tambang yang harus ditertibkan. Pihak perusahan harus melakukan kegiatan oprasinya sesuai dengan peta pertambangan yang ditentukan provinsi.

“Kalau tidak dibuat begini, pihak perusahan akan mengahantam atau kerja sembarang. Mereka tidak mau tahu, mau itu air permukaan atau apa, mereka tidak ada urusan. Makanya pada bulan lalu kami mencoba menertibkan dengan kewenangan PUPR,” tegasnya sembari menyampaikan bahwa jika ini tidak dihitung baik-baik, pastinya masyarakat akan menilai buruk terhadap perusahan.

Untuk Jasa Konstruksi (Jakon), tenaga terampil yang tersertifikasi sebanyak 345 orang dan tenaga ahli yang tersertifikasi sebanyak 31 orang. Seetifikasi ini juga sangat penting, karena pekerjaan pembangunan harus ada tenaga konstruksi yang tersertifikasi. Sebab jika tidak ada keterampilan, maka harus di ambil tenaga dari luar Maluku Utara.

“Sehingga Kabid Jakon langsung melakukan program untuk melakukan Diklat agar bisa mendapatkan sertifikat. Bayangkan saja, dari 345 orang ketika dia kerja, dia bisa menghidupkan orang kurang lebih 1000 orang,” terangnya.

Mantan Kadis Perkim Malut ini mengaku realisasi fisik dan keuangan Dinas PUPR Malut tahun anggaran 2020 secara umum mencapai 69,95 persen. Sedangkan, utang secara keseluruhan berjumlah Rp 380.750.048 yang terdiri dari utang kegiatan tahun jamak SMI sebesar Rp 295.028.048, utang tahun jamak pendukung STQ Sofifi sebesar Rp 8.087.880, utan kegiatan tahun anggaran 2020 sebesar Rp 72.651.928.736, dan utang kegiatan sebelum tahun anggaran 2020 sebesar Rp 4.982.565.688.

Kegiatan lain yang juga telah selesai dikerjakan adalah lampu penerangan jalan yang saat ini sudah terpasang di jalan kilometer 40 Sofifi yang sudah dinikmati masyarakat. Ibukota Sofifi yang merupakan penyangga empat kabupaten/kota akan diupayakan untuk diubah wajahnya. Dengan momentum STQ tingkat Nasional 2021 dengan ditempatkan Sofifi sebagai tuan rumah, maka pekerjaan pendukung STQ ini akan digenjot sssuai target selesai sebelum pelaksanaan STQ. Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat, utamanya yang ada di Sofifi agar bersama-sama menjaga apa yang telah dibangun pemerintah melalui Dinas PUPR seperti lampu jalan di kilometer 40.

“Mari kita jaga bersama, karena ini milik kita semua. Apa yang kita bangun hari ini bukan hanya sekadar untuk hari ini, tapi untuk seterusnya sampai generasi kita yang akan datang,” imbuhnya menutup. (Ask)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here