Terkait Kematian Siswa Bintara Polri, Orang Tua Korban Kembali Mengadu

0
Orang tua korban bersama pengacaranya saat membuat laporan di Polda Malut beberapa waktu lalu. (Istimewa)

PENA – Kematian salah satu siswa calon bintara Polri yang sedang mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara, MRA (19), beberapa waktu lalu masih menyisahkan ketidakpuasan pada orang tua korban. Setelah laporan mereka di Propam Polda Malut dihentikan, orang tua korban kembali membuat laporan pengaduan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut.

“Betul. Rabu kemarin, kami sudah buat laporan ke Ditreskrimum,” kata kuasa hukum orang tua korban, Muhammad Rizkal Kunio, Kamis (21/01/201).

Menurut Rizkal, inti laporan tersebut adalah mempertanyakan kematian MRA. Dalam laporan pengaduan itu di cantumkan dua poin, yakni kelalaian dan dugaan penganiayaan. Laporan tersebut disertai bukti-bukti berupa foto-foto tubuh MRA saat meninggal. Selanjutnya penyidik akan mendalaminya, apakah ada tindak pidana atau tidak.

Laporan pengaduan ini dibuat, kata Rizkal, lantaran keinginan orang tua korban agar penyebab kematian korban bisa diungkap. Karena dari tubuh korban ditemukan adanya luka-luka, sehingga di dalam laporan di cantumkan dugaan tindak pidana penganiyaan dan kelalaian. “Kelalain dimuat dalam laporan, karena jangan sampai ada kelalaian dalam penanganan korban,” ujarnya.

Lanjut dia, keterangan kesahatan sebelumnya bahwa korban covid dan sebagainya. Padahal, korban ketika sampai ke Ternate, dokter juga belum melakukan pemeriksaan terhadap korban. “Dugaannya jangan sampai ada penanganan yang salah dan terlambat penanganan, atau sudah tidak bisa penanganan tapi dipaksakan,” tandasnya sembari mengatakan laporan ke Ditreskrimum ini juga lantaran penanganan di Propam Polda dinilai simpang siur. Pihak keluarga juga mengetahui kasus tersebut telah selesai atau dihentikan dari Kabid Humas Polda Malut.

Rizakl juga meminta penyebab kematian korban harus diungkap secara jelas. Karena penjelasan medis di visum juga ada luka-luka korban. “Kalau memang ada dugaan tindak kekerasan tolong juga dibuka. Harapan keluarga seperti itu,” pungkasnya menutup. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here