Soal Penolakan Pembentukan Dewan Kebudayaan, Syarif Tjan: Itu Wajar

  • Bagikan
Juru Bicara komite pembentukan Dewan Kebudayaan Maluku Utara, Syarif Tjan (kanan) saat berbincang dengan Gubernur AGK beberapa waktu lalu di Sofifi. (Istimewa)
banner 468x60

PENA – Juru Bicara Komite Pembentukan Dewan Kebudayaan Maluku Utara, Syarif Tjan, menanggapi polemik soal penolakan rencana pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah Maluku Utara. Menurut Syarif, masyarakat berhak untuk berpendapat, termasuk melakukan penolakan.

“Itu hak pegiat dan pelaku seni dan budaya Maluku Utara untuk berpendapat. Konstitusi melindungi itu. Saya hormati hak kawan-kawan pegiat seni dan budaya untuk mengekspresikan pendapatnya, dengan menolak rencana pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah Maluku Utara,” ucap Syarif saat ditemui di Caffe Jarod, Jumat (12/2).

Syarif menyadari proses pembentukan Dewan Kebudayaan kurang sosialisasi. Disamping itu, dia menilai penolakan ini lebih pada soal mis-informasi atas rencana pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah Maluku Utara oleh mereka yang menolak.

“Sebenarnya kawan-kawan yang menolak rencana pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah Maluku Utara punya niat yang sama, yaitu ingin memajukan kebudayaan daerah, hanya saja informasi yang mereka dapat belum terlalu lengkap sehingga menimbulkan keragu-raguan dan kecurigaan soal pembentukan Dewan Kebudayaan ini,” ujarnya.

Ia berjanji Komite Pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah Maluku Utara akan memaksimalkan sosialisai kepada semua kalangan soal rencana pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah Maluku Utara.

Selain itu, jelas dia, sembari menunggu jelang pelaksanaan Kongres Kebudayaan Daerah Maluku Utara yang dihelat pada Maret mendatang, disela-sela itu mereka akan melakukan diskusi pra-persepsi ke semua kalangan. Terutama pegiat kebudayaan agar semua spekulasi liar tentang pembentukan Dewan Kebudayaan Maluku Utara bisa diluruskan.

Syarif mengaku, banyak respon positif soal rencana perhelatan Kongres Kebudayaan Daerah Maluku Utara. Salah satunya dari Forum Studi Anak Sastra Maluku Utara (Forsas-MU) yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan diskusi publik soal kebudayaan. Tapi jika bicara soal urgen tidaknya pembentukan Dewan Kebudayaan, menurut Syarif, itu relatif.

“Bagi saya bukan disitu ruang perdebatannya. Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, sangat jelas mengisyaratkan secara tersirat adanya lembaga kebudayaan sebagai upaya pembinaan kebudayaan dalam kerangka pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

“Jika ada pendapat soal hadirnya Dewan Kebudayaan hanya sekedar gagah-gagahan itu tidak betul. Dewan kebudayaan ini milik kita bersama. Dewan kebudayaan tidak bertujuan membelenggu, atau mengintervensi para pelaku seni dan budaya untuk berekspresi. Sama sekali tidak. Atau ada kekhawatiran Dewan Kebudayaan nanti akan mendikte komunitas kebudayaan yang ada, itu juga keliru. Atau bahkan ada yg menganggap Dewan Kebudayaan hadir hanya menambah kuantitas komunitas seni dan budaya, sama sekali salah. Saya tegaskan Dewan Kebudayaan hadir tidak bertujuan mengintervensi apalagi mendikte komunitas seni dan budaya di Maluku Utara yang sudah ada. Dewan Kebudayaan hadir selain menjalankan fungsi etis kebudayaan juga memaksimalkan tugas perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan,” tuturnya.

Lanjut Gubang, demikan Syarif Tjan biasa disapa, Dewan Kebudayaan ini diperjuangkan tidak sekedar memenuhi anjuran Undang-undang tentang Pemajuan Kebudayaan semata, tapi lebih pada kondisi dan hasil kajian-kajian yang termuat dalam pokok pokok pikiran kebudayaan daerah baik di tingkat kabupaten/kota maupun di provinsi. Intinya komunitas dan lembaga kebudayaan kurang mendapat perhatian, dukungan dan keberpihakan baik itu dalam bentuk regulasi maupun political will.

“Jadi kepada sebagian kecil kawan-kawan yang menolak, saya ajak marilah kita bersama sama rembuk gagasan dan ide soal pembentukan Dewan Kebudayaan. Hajatan besar kebudayaan ini jangan kita sia-siakan hanya karena ketidaktahuan dan sempitnya pemahaman soal Dewan Kebudayaan,” tutup Syarif. (*)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *