Oknum Guru SLB Negeri Halbar Ternyata Sudah 8 Tahun Tak Bertugas

0
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Halbar. (Istimewa)

PENA – Bukan hanya tiga tahun, oknum guru PNS bernama Fransiskus Tentua ternyata sudah 8 tahun tidak bertugas sebagai tenaga pengajar di SLB Negeri Halbar.

Hal ini terungkap dari Kepala SLB Halbar, Abdullah Hi. Ishak, Rabu (17/3). Abdullah yang baru menjadi kepsek di tahun 2018 sebelumnya menduga jika Fransiskus sudah tiga tahun tak masuk mengajar. Ternyata dari keterangan rekan-rekan guru yang sudah lebih dulu di SLB Halbar, Abdullah baru mengetahui jika Fransiskus diduga 8 tahun tidak mengajar.

“Padahal sejak dari Kepsek lama, Jubelina Dara, oknum guru bernama Fransiskus ini tidak masuk mengajar semenjak tahun 2013,” jelas Abdullah.

2018 silam surat aduan telah dilayangkan pihak SLB Halbar kepada Cabang Dikbud Malut di Halbar. Namun hingga kini belum juga mendapatkan respon. Abdullah yang tak berdaya juga tidak dapat berbuat banyak, apalagi hingga menahan gaji Fransiskus.

“Semua itu kewenangannya Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara,” cetusnya.

Sedang dari Kepala Dinas Cabang Dikbud Malut di Halbar, Ramli Littuloly, sempat menyatakan belum menerima laporan soal ulah oknum guru tersebut. Abdullah menduga, telah terjadi miss komunikasi lanataran pihaknya telah menyampaikan surat aduan.

Bahkan lanjut Abdullah, pihak SLN Negeri Halbar telah membuat laporan resmi sebanyak tiga kali ke Dinas Cabang yang tembusannya langsung ke Dikbud Malut.

“Dan pada saat laporan itu masuk tim pengawas dari cabang dinas juga sudah turun ke sekolah, bahkan pada Senin (15/03) kemarin kami juga membuat laporan resmi ke Cabang Dinas yang ke empat kalinya, jadi kalau Kepala Cabang Dinas mengatakan bahwa kepsek SLB tidak pernah melapor itu mungkin kepala Cabang Dinas tidak mengecek laporan tersebut, dan kepala Cabang yang sekarang mungkin baru menjabat, jadi surat sebelumnya beliau tidak tahu,” terangnya.

Begitu juga diungkapkannya pihak Sekolah juga sudah lakukan panggilan kepada Fransiskus, baik secara lisan maupun menyurat berkali-kali namun tidak diindahkan oleh yang bersangkutan.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut di Halbar, Ramli Litiloly saat di konfirmasi wartawan mengakui bahwa dirinya lupa ada laporan dari pihak sekolah SLB Negeri Halbar, karena pada saat itu laporannya secara lisan oleh kepsek SLB.

“Memang ada laporan dari kepsek, mungkin 4 bulan yang lalu terkait masalah Fransiskus, namun karena sibuk saya lupa,” jelas Ramli.

Dirinya juga mengatakan kalaupun ada laporan resmi dari pihak sekolah SLB Halbar terkait masalah Fransiskus yang tidak pernah bertugas itu kemungkinan masih Kepala Cabang Dinas yang lama.

“Saya sudah minta pihak sekolah membuat surat laporan ulang, nanti saya tindaklanjuti ke Dinas Pendidikan Provinsi, pada intinya yang bersangkutan Fransiskus tetap mendapat sanksi berat karena tidak pernah bertugas selama kurang lebih 8 tahun menurut laporan dari pihak sekolah ke kami,”kata Ramli.

Karena menurutnya Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, antara lain memuat kewajiban, larangan, dan hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan kepada PNS yang telah terbukti melakukan pelanggaran. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here