Satu ABK KM Mitra Usaha Yang Tenggelam di Perairan Batang Dua Belum Ditemukan

  • Bagikan
Proses evakuasi tiga kru KM Mitra Usaha. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Satu anak buah kapal (ABK) KM Mitra Usaha yang tenggelam di perairan Batang Dua, Kota Ternate, pada Sabtu (3/7) dini hari lalu belum ditemukan.

Kapal berkapasitas 32 GT itu mengangkut 4 kru, yakni Deki Mahmud (48) nakhoda, Hans Unggololi (36) KKM, Refli Mahmud (15) ABK, dan Aidin Ode (50) ABK.

Tiga lainnya sudah ditemukan, sementara yang belum ditemukan yakni Aidin Ode (50) ABK.

Informasi yang diterima, kapal tersebut bertolak dari Kabupaten Halmahera Selatan menuju Bitung, Sulawesi Utara pada Jumat (2/7). Sesampainya di perairan Batang Dua pada Sabtu (3/7) sekira pukul 03.00 dinihari, tiba-tiba saja angin kencang disertai gelombang tinggi yang mengakibatkan air masuk ke lambung kapal. Kapal pun hilang keseimbangan dan tenggelam.

Ketiga kru kapala ini terombang ambing di atas laut kurang lebih tiga hari, dan pada Senin (5/7) siang barulah ditemukan kapal perang Jepang yang kemudian dievakuasi oleh KRI Tatihu 853.

Proses evakuasi tiga awak kapal ini bermula dari laporan markas besar (Mabes) TNI Angkatan Laut (AL). Dari laporan tersebut langsung diteruskan ke komandan armada (Koarmada) bahwa kapal perang JS Kashima 3508 yang berlayar dari Timor Leste menuju Jepang dengan melintasi jalur Alki III pada 7 Juli 2021 dan menemukan adanya tiga kru kapal.

“Kita dapat informasi dari pusat langsung menuju ke lokasi koordinat kapal perang Jepang untuk melakukan evakuasi dan pertolongan kepada korban,” jelas Komandan KRI Tatihu 853, Mayor Laut (P) Dwi Prasetyo dalam jumpa pers di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Jumat (9/7) tadi.

Kata Dwi, kebetulan pihaknya saat itu melakukan patroli sektor operasi siaga tempur di sekitar perairan Pulau Seram, Maluku, di bawah kendali Komandan Guspurla Koarmada III, Laksma TNI Retiono Kunto.

Sehingga begitu mendapat informasi, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan selanjutnya dibawa ke Lanal Ternate untuk mendapat perawatan.

Sementara Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Komaruddin menuturkan, KRI Tatihu Gustur Operasi III mendapatkan perintah langsung dari Panglima Armada III untuk melaksanakan SAR dan evakuasi kapal KM Mitra Usaha yang tenggelam dab diselamatkan oleh kapal perang Jepang.

Menurutnya, KM Mitra Usaha tenggelam diantara Pulau Mayau dan Pulau Tifore, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate. Setelah menerima para korban, Lanal Ternate kemudian bekerja sama dengan petugas kesehatan pelabuhan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen. Ketiganya dinyatakan negatif.

“Kondisi tubuh mereka stabil, selanjutnya dilakukan perawatan kesehatan oleh tim kesehatan Lanal Ternate dan sekarang sudah diserahkan ke keluargannya masing-masing,” jelas Kolonel Komarudin.

Komarudin juga mengatakan informasi yang didapat nahkoda, awalnya ke empat kru ini masih bersama saat kapal tenggelam. Hingga memasuki hari kedua, satu korban lainnya hilang.

“Awalnya setelah kejadian kapal tenggelam, mereka bersama-sama naik pelampung. Namun saat ketiduran dan begitu bangun, yang korban sudah tidak ada. Jadi tiga kru berhasil diselamatkan, satunya masih hilang,” ujarnya.

Ia bilang, karena ini sudah memasuki hari ke 7 di mana sesuai SOP dari Basarnas dilakukan penghentian pencarian. Sehingga sudah dikoordiansi dengan Kepala Kantor Basarnas Ternate agar diteruskan saja ke KSOP agar setiap kapal-kapal yang berlayar di wilayah Batang Dua atau sebelah barat Halmahera, apabila menemukan korban agar menginformasikan ke Basarnas atau pos TNI AL terdekat. (Red)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!