banner 1080x1080 banner 1080x1080 banner 1080x1080

HMI Tuding Kehadiran 4 Menteri di Halsel Lahirkan Wacana Bahasa Cina Masuk Kurikulum

  • Bagikan
Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Persiapan Bacan, Sugiarto M. Taher. (Istimewa)
banner 468x60

PENAMALUT.COM, LABUHA – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Halmahera Selatan memasukkan bahasa cina atau manadarin kedalam kurikulum muatan lokal menjadi polemik.

Meski Kepala Dikbud sudah mengklarifikasi bahwa rencana itu hanya sebatas wacana dan itu tidak benar diterapkan, namun sejumlah pihak menilai rencana memasukkan bahasa mandarin kedalam kurikulum ada maksud dan tujuan tertentu.

Seperti yang disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Bacan. Mereka menilai rencana itu muncul ketika kehadarina 4 menteri belum lama ini di Halsel.

“Kehadiran 4 menteri ini tidak lama muncul wacana bahasa cina masuk kurikulum. Tentu saja hal ini sejalan. Ini ada apa,” kata Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Persiapan Bacan, Sugiarto M. Taher dengan nada tanya.

Sugiarto menuding kehadiran 4 menteri di Halsel itu telah melahirkan dua hal. Pertama, soal gagasan Pemda Halsel melalui Kadikbud yang berencana memasukan bahasa mandarin kedalam kurikulum Halsel. Kedua, tentang surat keterangan (suket) warga negara asing China.

“Kenapa HMI mengatakan hal demikian, karena sesuai dengan fakta saat ini. Di mana Pemda Halsel dalam hal ini Kadikbud punya gagasan tersebut. Tentu ini aneh,” kesalnya.

Sugi sapaa akrabnya, juga menilai gagasan tersebut sangat baik dan positif untuk dikembangkan ke depan. Akan tetapi Dikbud harus tahu, bahwa jika gagasan itu diterapkan hanya bertujuan untuk pekerjaan bagi generasi ke depan, ia menganggap Kadikbud tidak punya kemampuan.

Sebab, kata dia, bahasa mandarin tak perlu dimasukan kedalam kurikulum, cukup dibuatkan semacam lembaga pendidikan khusus, balai latihan kerja atau lembaga kursus.

“Seharusnya Pemda Halsel saat ini fokus membangun ekonomi masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan, menata sistem pendidikan berupa pembangunan sarana dan prasana sekolah-sekolah yang ada di 249 desa. Distribusi guru-guru yang kompeten agar dapat mengembangkan potensi siswa-siswi, bukan malah sibuk mengurus bahasa mandarin,” tukasnya.

Terpisah, Kadikbud Halsel Safiun Radjulan menganggap tudingan HMI Cabang Persiapan Bacan itu tidak benar.

“Sebab saat kunjungan 4 menteri itu dirinya belum menjabat Kadikbud. Saya juga sudah klarifikasi di beberapa media, dan wartawan yang tulis berita itu dia tidak konfirmasi ke saya. Jadi itu hanya hoax saja,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa rencana itu hanya sebatas wacana dan tidak perlu dipersoalkan.

“Lagian wacana ini kan belum diterapkan, kenapa harus dipersoalkan. Saya sudah jelaskan dan sudah selesai,” tandasnya menutup. (rul/ask)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *