Mantan Bendahara UPTD Diknas Kayoa Utara Diduga Tilep Setoran Kredit Guru

Ilusteasi penggelapan. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, LABUHA – Mantan Bendahara UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Jubeda Saleh, diduga menggelapkan setoran kredit sejumlah guru SD senilai puluhan juta.

Ini dilakukan Jubeda sejak menjabat Bendahara UPTD Diknas Kayoa Utara pada tahun 2017 lalu. Setoran kredit sejumlah guru yang seharusnya disetorkan ke bank, justru digunakan Jubeda untuk kepentingan pribadinya.

Salah satu guru SD Negeri 56 Halsel, Ismail Hasim mengungkapkan, pada saat penerimaan gaji, bendahara langsung melakukan pemotongan sekaligus perjalanan dinasnya. Namun ternyata uang yang dipotong bendahara itu tidak disetorkan ke bank.

Ini terungkap setelah pihak bank memberitahu bahwa tunggakan kreditnya masih ada sebesar 40 juta lebih.

“Setelah diberi tahu, saya kaget. Padahal seteoran tiap bulannya Rp 1.834.000 selama 10 tahun itu sudah hampir lunas,” ujar Ismail kepada wartawan, Minggu (15/8).

Ia menjelaskan, pada saat penerimaan gaji, mereka yang tidak melakukan kredit, langsung dikasih gajinya secara utuh. Sementara bagi yang melakukan kredit, langsung dipotong gajinya di oleh bendahara. Bahkan perjalanan dinas juga ikut dipotong.

“Saya punya waktu itu dia tidak setor ke bank selama 2 tahun lebih, dan sekarang sudah masuk 4 tahun. Jadi total tunggakan saya ketika dikasih tahu bendahara saat mau melakukan kredit ulang, ternyata jumlahnya masih Rp 45 juta. 2 teman guru saya juga mengalami hal yang sama, tunggakan mereka masing-masing sebesar Rp 20 juta,” katanya.

“Ini berlangsung hingga tiga kali pergartian bendahara,” sambungnya.

Ia bilang, bahkan guru-guru yang berasal dari Desa Laromabati, Ngokomalako, dan Gayap juga merasakan hal yang serupa.

Sementara Jubeda Saleh yang sekarang menjabat sebagai koordinator pegawai UPTD Kecamatan Kayoa induk mengakui hal itu. Ia melakukan hal itu, karena pada saat itu kakaknya mengalami sakit parah, sehingga ia gunakan uang setoran kredit guru-guru.

Jubeda juga mengaku tidak melakukan penyetoran di bank pada tahun 2017 selama 2 bulan, dan tahun 2018 selama 3 bulan. Sehingga totalnya 5 bulan.

“Saya sudah bilang ke dorang (mereka), dan saya akan kembalikan pada November 2021. Sebab kalau bulan ini, saya belum bisa,” tandasnya. (ano/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.