Ratusan Wanita di Kepulauan Sula Bersiap Jadi Janda Baru

  • Bagikan
Ilustrasi perceraian. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, SANANA – Angka perceraian di Kepulauan Sula pada tahun 2021 ini meningkat, dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2020, hanya terdapat 81 perkara perceraian. Sementara pada tahun 2021 ini, sudah ada 108 perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Labuha.

Sejak Senin tanggal 16 sampai 19 Kamis Agustus 2021 ini, pihak Pengadilan Agama Labuha yang membawai Halmahera Selatan, Kepulauan Sula dan Taliabu menggelar sidang percerain di Sanana Kepulauan Sula.

Sidang perceraian tersebut terdapat gabungan pendaftar perkara perceraian dari Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Hakim Juru Bicara Pengadilan Agama Labuha, Fuad Hasan mengatakan, untuk Sula tercatat sebanyak 108 perkara perceraian dengan rincuan 21 cerai talak yang sifatnya suami menceraikan istri. Sedangkan untuk 87 perkara diadukan istri menceraikan suami.

“Faktor utama penyebab perceraian ini macam-macam. Ada suami yang sudah nikah lagi, mabuk, maupun KDRT,” jelas Fuad saat ditemui wartawan, Kamis (19/8).

Ia juga menambahkan, perkara percerain ini tidak melibatkan oknum pejabat, namun terdapat 10 perkara yang melibatkan ASN.

Fuad bilang, kebanyakan masyarakat belum sadar akan hukum. Buktinya, mereka yang belum cerai secara negara, akan tetapi sudah berani untuk menikah lagi.

Bertepatan dengan HUT Mahkamah Agung, lanjut Fuad, Pengadilan Agama Labuha sudah dari jauh-jauh hari berencana untuk sidang diluar, agar membantu warga di Kepulauan Sula dan Taliabu.

“Kita ingin meringankan beban hidup mereka, karena mungkin mereka tidak mampu untuk mengajukan perkara di Labuh. Makanya tujuan kami untuk membuat masyarakat agar lebih sadar akan hukum,” ujarnya sembari berharap ke depannya Kepulaun Sula memiliki Pengadilan Agama Sendiri agar bisa mempermudah masyarakat di dua pulau itu mengurus perkara ini. (ish/ask)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!