Unkhair Akui Pemberian SPI Bagi Maba Tanpa Verikasi di Lapangan

  • Bagikan
Rektorat Unkhair Ternate. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kebijakan Universitas Khairun (Unkhair) memberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pengembangan Institut (SPI) kepada mahasiswa baru (Maba) dirasa memberatkan. Apalagi kondisi pandemi covid saat ini.

Bahkan pemberlakuan SPI kepada mahasiswa baru ini tanpa mrlalui verifikasi di lapangan. Hal ini diakui sendiri Wakil Rektor II Unkhair, Abd Wahab Hasyim saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/8).

Wahab mengaku pihaknya tidak melakukan verifikasi persyaratan berkas mahasiswa tanpa survei lebih dahulu dikarenakan waktu yang begitu terbatas.

Mestinya, kata dia, untuk lebih mengetahui data mahasiswa yang yang tergolong mampun atau tidak, harus turun survei dan mengkroscek di lapangan.

“Jujur verifikasi persyaratan itu kita punya waktu yang sangat terbatas. Kalau mau verifikasi harus verifikasi di lapangan, tapi Iihat sendiri keadaan seperti apa,” katanya.

Lanjut Wahab, dalam penginputan data, memang sering terjadi eror. Akan tapi bukan berarti 100 persen ada kesalahanya. Jadi pemeberian K1, K2, dan K3 terlalu cepat, tapi diberikan kesempatan untuk melakukan pengajuan permohonan keberatan.

“Kita punya keterbatasan waktu, jadi diberikan dulu kesempatan mengajukan permohonan keberatan bagi yang dapat K3 dan SPI,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa mempertanyakan penerapan SPI yang hanya diberlakukan khusus mahasiswa baru yang ikut seleksi mandiri yang mendapatkan K3. Sementara bagi yang mendapat K1 dan K2 tidak diberlakukan SPI.

Penetapan UKT dan SPI kali ini, berdasarkan pengakuan sejumlah mahasiswa baru yang mendapatkam K3, bahwa pihak kampus menetapkan kriteria K1, K2 dan K3 tidak sesuai dengan data yang dimasukkan. Padahal pengajuan administrasi sudah sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga yang di mana rata-rata pendapatannya rendah.

Mereka memenilai pihak kampus melakukan verifikasi berkas administrasi terkesan terburu-buru tanpa melihat setiap adaya yang diajukan mahasiswa. Sehingga wajar saja penetapan UKT dan SPI  kebanyakan mahasiswa yang ekonominya tidak mampu dengan total biaya K3 sebesar Rp 1.500.000 dan untuk SPI bervariasi sesuai fakultas. Dimana ada yang dikenakan biaya sebesar Rp 5 juta bahkan 10 jutaan. (ano/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (3)

  1. Dengn keadaan ekonomi keluarga yang kurang mampuh ini saya merasa keberatan dengan ketetapan SPI dan UKT yang di terpkan oleh kampus .Oleh nya itu harapan besar sya kampus dapt melihat kondisi di atas dengn memberikan keringanan penurunana biyaya
    UANG KULIAH TUNGGAL DAN SUMBANGAN PEMBANGUNAN INSTITUSI. Terimakasih
    🙏🙏

  2. Mohon maaf ibu bapak dosen .
    Perlu sya sampaikan keluarga saya kurng mampuh membayar biaya baik SPI maupun UKT karna itu mohon bantuan kampus melihat latara blkng keluarga sya dan bisa memberikan keringanan Penurunan biyaya SPI Dan UKT epada saya terimakasih 🙏🙏

  3. Saya dari keluarga tidak mampu .dan sangat berharap pihak kampus dapt memberikan keringanan dengn menurunkan biaya SPI dan UKT Kepada saya sebagai mahasiswa K3 dengan kehidupan ekonomi yang terbatas terimakasih🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!