Terpidana Kasus Narkotika, Qumar, Belum Dieksekusi

  • Bagikan
Pengadilan Negeri Ternate. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Maluku Utara (Malut) belum juga melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait eksekusi terhadap terpidana M. Qumar Myrdal alias Qumar perkara Narkotika jenis ganja.

Informasi yang dihimpun wartawan media ini, terpidana Qumar terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana putusan Pengadilan Tinggi (PT) dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Juru bicara Pengadilan Negeri Ternate, Kadar Noh mengaku pihaknya telah menerima putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) pada putusan tersebut dan menyatakan yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana narkotika kemudian dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda.

“Pemberitahuan putusan dari PN Ternate telah disampaikan kepada JPU 20 April 2021. Jadi pengadilan sudah terlapas dari menyangkut dengan eksekusi atau pelaksanaan dari putusan tersebut, karena menyangkut dengan eksekusi merupakan kewenangan JPU. Jadi kapan dieksekusi jaksa, pengadilan sudah tidak tahu lagi. Karena itu sudah menyangkut kewenangan dari JPU dan putusanya dari MA sudah disampaikan oleh juru sita PN Ternate,” ujar Kadar kepada wartawan, Rabu (13/10).

Lanjut Kadar, untuk perkara dengan terdakwa Qumar, pada 31 Januari 2018 dituntut oleh JPU dengan pidana penjara selama selama 4 tahun dan denda sebesar 800 juta rupiah subsidair 3 bulan kurungan.

Terdakwa Qumar terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana yang diatur dan diancam pidana sesuai pasal 111 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan primair.

Kadar menambahkan, untuk barang bukti berupa dua ampel ganja kering dengan berat kotor 0,35 gram dan 12 pohon ganja bentuk tanaman (sudah kering/mati) dirampas untuk dimusnahkan. Terpidana juga ditetapkan dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Atas tuntutan JPU, kemudian pada Kamis 8 Februari 2018 majelis hakim PN Ternate menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika golongan I bagi dirinya sendiri. Menyatakan terdakwa Qumar tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh JPU dalam dakwaan primair. Sehingga membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan primair JPU.

Atas dasar itu, terdakwa kemudian dijatuhi pidana penjara selama 9 bulan dengan ketentuan wajib mengikuti rehabilitasi medis selama 6 bulan di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari masa rehabilitasi yang telah ditentukan diatas dan memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan.

Atas putusan ini, JPU kemudian melakukan banding di Pengadilan Tinggi Malut. Pada putusan itu membatalkan putusan PN Ternate tanggal 8 Februari 2018 Nomor: 269/Pid.Sus/ 2017/PN.Tte yang dimintakan banding tersebut.

Baginya, putusan banding itu pada Selasa, 13 Maret 2018 dengan nomor:3/PID.SUS/2018/PT TTE. Pada pokoknya dalam amar putusan banding menyebutkan, terdakwa Qumar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum menanam dan memiliki narkotika golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dakwaan primair. Terdakwa melanggar pasal 111 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kemudian terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan,” jelasnya.

Atas putusan ini, terdakwa tidak menerima dan mengajukan upaya hukum kasasi di MA. Namun berdasarkan putusan kasasi: 2376 K/PID.SUS/2018 menegaskan, menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/terdakwa M. Qumar Myrdal alias Qumar dan membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp 2.500.

Terpisah Kepala Rutan Kelas IIB Ternate, Sujatmiko ketika dikonfirmasi wartawan mengaku yang bersangkutan pernah ditahan sekitar tahun 2018 lalu. Hanya saja pada saat itu putusan PN Ternate direhabilitasi yang bersangkutan keluar.

“Kalau ada putusan dari Pengadilan Tinggi dan MA belum dieksekusi setelah putusan rehabilitasi dari PN. Jadi sampai sekarang belum,” katanya.

Sementara Kasi Intel Kejari Ternate, Abdullah mengatakan, pihaknya belum menerima putusan kasasi tersebut, sehingga belum bisa dilakukan eksekusi.

“Kejari ternate sampai dengan saat ini belum menerima putusan kasasi atas nama terdakwa Qumar. Jika putusan sudah diterima, akan dilakukan eksekusi oleh JPU-nya,” tutupnya. (gon/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!