Pembangunan Gudang Modern Mengancam Rumah Warga, Wali Kota Malah Bilang Begini

  • Bagikan
Lokasi reklamasi di Kelurahan Mangga Dua Utara. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Warga Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate, merasa cemas terutama mereka yang rumahnya berada dekat dengan lokasi rencana pembangunan gudang modern.

Pasalnya, dampak dari pembangunan gudang modern yang dikerjakan oleh PT. Intim Kara melalui anak perusahaannya PT. Indo Alam Raya Lestari dapat mengancam rumah warga sekitar.

Perusahaan milik, Budi Lim ini berdasarkan pengakuan warga setempat, sejak dilakukan reklamasi atau penimbunan tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Padahal dampak dari reklamasi ini berkibat fatal dan mengancam warga setempat.

Asbar, salah satu warga sekitar menuturkan, reklamasi yang berlokasi di lingkungan RT 2, RT 4, RT 5, dan RT 14, itu terbukti ketika air pasang mengakibatkan sejumlah rumah warga yang nyaris tenggelam.

Yani, warga lainnya juga mengungkapkan, proyek pembangunan yang luasanya kurang lebih 17.260 meter persegi yang dilakukan sejak tahun 2017 itu tidak dilakukan sosialisasi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Berdasarkan dokumen izin prinsip yang dikeluarkan pada tahun 2014 adalah reklamasi untuk mendirikan gedung pergudangan modern, tapi anehnya dokumen tersebut didapat dari Babinkamtibmas.

“Kami merasa curiga, biasanya dalam pekerjaan proyek seperti ini harus ada kajian Amdalnya, minimalnya prodak hukum disitu. Orang mau buat Ranperda dan lain sebagainya saja di sosialisasikan. Kami merasa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ikut bertanggung jawab, karena mereka yang mengeluarkan izin,” tukasnya.

Ia menuturkan, persoalan ini juga tidak diketahui pemerintah kelurahan maupun RT setempat.

Warga Mangga Dua saat menggelar aksi. (Udi/NMG)

Lurah Mangga Dua Utara, Yudi Yanto Yusuf mengakatakan, Ia mengetahui  perusahaan melakukan reklamasi dari media. Hal itu pada saat warganya sudah melakukan protes. Pihak perusahaan juga tidak pernah melakukan sosialisasi.

“Waktu itu ada pemberitahuan dari Pak RW,  kalau ada perusahaan akan beraktivitas. Dari pelaksana sendiri tidak ada sama sekali lakukan sosialisasi. Waktu itu saya diberitahukan oleh Babinkamtibmas Mangga Dua Utara, tapi itu sudah ada pergerakan dari warga yang menolak,” kata Yudi saat ditemui wartawan belum lama ini.

Puncaknya, ratusan warga Kelurahan Mangga Dua Utara menggelar aksi protes terhadap pembangunan tersebut di depan Kantor Wali Kota Ternate, Selasa (9/11) kemarin. Tidak hanya melakukan aksi, warga juga memboikot jalan menuju Kelurahan Mangga Dua.

Amirullah dalam orasinya menyampaikan bahwa lokasi proyek reklamasi itu sebelumnya merupakan kawasan hutan mangrove, dan hutan mangrove sudah ditetapkan sebagai hutan lindung daerah sepanjang pantai. Namun dengan adanya proyek reklamasi ini, pohon mangrove kini sudah tidak ada.

“Oleh karena itu, kami datang untuk menggugat wali kota, tolong hentikan kegiatan penimbunan dan penebangan hutan mangrove di Kelurahan Mangga Dua. Kami juga minta wali kota cabut izin pembangunan proyek reklamasi itu, dan pihak PT. Indo Alam Lestari harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan ini,” tandasnya.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman kemudian menemui massa yang melakukan aksi dan pemboikotan jalan di Kelurahan Mangga Dua. Sayangnya, wali kota belum memberikan ketegasannya terhadap proyek tersebut.

“Berikan kami waktu untuk menyelesaikan masalah proyek reklamasi ini, jadi mungkin akhir bulan ini kami akan selesaikan. Segala bentuk aspirasi maupun keluhan masyarakat, pemerintah tetap memperhatikan masalah dampak reklamasi ini, jadi tolong berikan kami waktu,” tukas wali kota. (ano/udi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!