Kejati Hentikan Kasus Covid di Dinkes Malut

Kantor Kejaksaan Tinggi Malut. (Rustam)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara tidak dapat melanjutkan kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan bahan medis habis pakai dengan alokasi anggaran senilai Rp1,5 miliar dan pengadaan media Covid senilai Rp 1,5 miliar yang melekat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku Utara.

Ini karena kasus tersebut tidak ditemukan perbuatan melawan hukum.

“Untuk anggaran pengadaan bahan medis habis pakai dan pengadaan media Covid di Dinkes Provinsi tidak dapat ditingkatkan,” kata Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga saat diwawancarai wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Senin (20/6) sore kemarin.

Ia menjelaskan, untuk anggaran pengadaan bahan medis habis pakai dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1.520.564.000. Paket tersebut ditender oleh PT. Harmoni Nasional Teknologi Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.311.250.000.

Anggaran itu digunakan untuk belanja coverall steril premium sebesar Rp 500 ribu per satu pcs dengan jumlah 850 pcs, masker N95 sebesar Rp 55.000 per pcs dengan jumlah 850 pcs.

Selain itu, kata Richard, belanja Handzanitiser 60 ml senilai harga Rp 35.000 per botol dengan jumlah 850 botol, sarung tangan karet harga Rp 50.000 per pasang dengan jumlah 850 pasang, kaca mata medis seharga Rp 65.000 dengab jumlah 850 pcs, dan face shield seharga Rp 50.000 dengan jumlah 850 buah.

Selain perusahan PT. Harmoni Nasional Teknologi Indonesia, PT. Ternate Farma juga mendapatkan kontrak sebesar Rp 59.900.000. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja Hansanitizer 500 ml sebanyak 100 buah dengan harga satuan Rp 158.000, Hansanitizer 100 ml sebanyak 400 buah dengan harga per buah Rp 54.000, dan sarung tangan bedah 1500 buah dengan harga Rp 15.000 per buah.

Sementara untuk anggaran pengadaan media sebesar Rp 1.536 .679.999 digunakan untuk pengadaan media Covid-19 (film dan jigle) Promkes sebesar Rp123 juta, dan pengadaan media Covid (spanduk leaflet, stiker) – Promkes sebesar Rp 987.785.000. Sedangkan belanja cetak (pembuatan stiker) kesehatan lingkungan (Kesling) sebesar Rp 48.750.000 dan pengadaan media Covid (buku saku) sebesar Rp 19.565.000.

“Sejumlah item di atas setelah dilakukan penyelidikan oleh tim penyelidik berkesimpulan bahwa tidak dapat kita ditingkatkan ke tahap penyidikan. Menurut tim penyelidik bahwa dalam pengelolaan dana tersebut itu telah sesuai sebagaimana peruntukannya,” tuturnya.

Hal ini juga, lanjut Richard, dikuatkan dengan audit dari Inspektorat Nomor 790/164 tertanggal 22 September 2021. Atas dasar tersebut, tim berkesimpulan bahwa penyelidikan ini tidak ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Untuk kasus ini tim penyelidik memeriksa kurang lebih 15 orang. Dari keterangan yang didapatkan 15 orang ini dikaitkan dengan data dan fakta belum ditemukan peristiwa atau perbuatan melawam hukum (PMH) merugikan kerugian keuangan negara,” tandasnya.

Namun, ia mengaku jika proses hukum yang dilakukan dikemudian hari terdapat bukti-bukti baru, maka akan dibuka kembali. (gon/ask)

Respon (10)

  1. Ping-balik: ข่าวบอล
  2. The heart of your writing whilst appearing reasonable initially, did not work perfectly with me after some time. Someplace throughout the paragraphs you actually managed to make me a believer unfortunately only for a short while. I nevertheless have a problem with your jumps in assumptions and one would do nicely to fill in all those breaks. In the event you actually can accomplish that, I will definitely end up being fascinated.

  3. I am really glad to read this website posts which
    carries lots of helpful information, thanks for providing such statistics.

  4. I’ve been surfing on-line greater than three hours as of late, yet I by no means found any attention-grabbing article like yours. It¦s lovely worth enough for me. In my opinion, if all site owners and bloggers made excellent content as you did, the web will be much more useful than ever before.

  5. Ping-balik: dolly4d
  6. I truly enjoy reading through on this web site, it has wonderful blog posts. “It is easy to be nice, even to an enemy – from lack of character.” by Dag Hammarskjld.

  7. obviously like your web site but you have to check the spelling on quite a few of your posts. A number of them are rife with spelling issues and I find it very troublesome to tell the truth nevertheless I will certainly come back again.

Komentar ditutup.