Mantan Dirut Perusda Kieraha Mandiri Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Terdakwa kasus pajak, Adnan Marhaban, menjalani sidang tuntutan di PN Ternate. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Terdakwa kasus perpajakan, Adnan Marhaban alias Adnan, menjalani sidang pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Ternate, Rabu (22/6) kemarin.

Mantan Direktur Utama Perusda Kieraha Mandiri Persada milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu dituntut 2 tahun 6 bulan penjara.

Sidang yang berlangsung sore kemarin itu dipimpin Ahcamd Ukayat selaku Ketua Majelis Kakim didampingi Ulfa Rery dan Ferdinal sebagai hakim anggota.

Sandi Sabtu selaku JPU dalam membacakan tuntutan menyampaikan, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan tidak ditemukan adanya hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggung jawaban pidana. Oleh karena itu, terdakwa perkara perpajakan Adnan Marhaban
harus dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya.

Maka dari itu perlu dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun hal-hal yang meringankan pidana yang akan dijatuhkan.

Untuk hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak melakukan kewajiban sebagai wajib pajak. Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian pendapatan negara, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan, terdakwa pernah menjadi daftar pencarian orang (DPO) dan pernah dihukum. Trdakwa juga tidak menyesali perbuatannya.

“Sedangkan hal-hal yang meringankan, perbuatan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan,” ujar JPU.

Menyatakan terdakwa Adnan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan, sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut tidak menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) masa pajak pertambahan nilai (PPN) dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dan tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut, sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Adnan Marhaban oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan, dikurangi seluruhnya selama terdakwa berada dalam tahanan serta membayar denda sebesar dua kali kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp 3.610.949.800,” jelas JPU.

Lanjut JPU, dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar denda Rp 3.610. 949.800 paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan kemudian dilelang untuk membayar denda.

Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar denda, maka terdakwa dijatuhkan hukuman kurungan pengganti denda paling lama 4 bulan.

Perbuatan terdakwa ini diancam pidana dalam Pasal 39 ayat (1) huruf C, D dan huruf I UU Nomor 28 tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan junto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (29/6) pekan depan dengan agenda pledoi/pembelaan dari terdakwa.

Sekadar diketahui, Adnan selaku Komisaris PT. NMS terdaftar sebagai wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ternate pada 9 November 2009 dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 02.939.377.4-942.000. Ia ditetapkan sebagai pengusaha kena pajak (PKP) sejak 17 Juni 2013. Namun sepanjang Mei 2019 hingga Desember 2019, ia disebut sengaja tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap dan tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.

Akibatnya, timbul kerugian pendapatan negara dengan total Rp. 1.805.474.900. Jumlah tersebut berdasarkan 106 faktur pajak tanggal 3 Mei 2019 sampai dengan 31 Desember 2019. Sebelumnya, pengusaha 57 tahun ini pernah terjerat kasus peredaran uang palsu dan dihukum 8 bulan penjara. (gon/ask)

Respon (12)

  1. Ping-balik: Khaolak muaythai
  2. Ping-balik: webpage
  3. We are a group of volunteers and opening a brand new scheme in our community. Your website offered us with helpful info to work on. You’ve done an impressive task and our entire community can be thankful to you.

  4. Ping-balik: 늑대닷컴
  5. Hi there would you mind letting me know which webhost
    you’re using? I’ve loaded your blog in 3 different web browsers and I must say this
    blog loads a lot faster then most. Can you suggest a good
    web hosting provider at a honest price? Kudos, I appreciate it!

  6. Ping-balik: 비트코인지갑

Komentar ditutup.