Pelaku Pemasok Minuman Beralkohol dari Cina Diputus Tipiring, BB Masih di Polda

Ribuan minuman beralkohol diamankan Polda Maluku Utara. (Ditsamapta Polda Malut for NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pengadilan Negeri (PN) Ternate menjatuhkan putusan tindak pidana ringan (Tipiring) terhadap pelaku pemasok ribuan botol minuman beralkohol dari Cina ke perusahaan tambang PT. IWIP yang diamankan peesonel Direktorat Samapta Polda Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Pelaku yang diketahui bernama Mudakkir aliaa Dakir (51) dengan perkara Nomor: 7/pid.CR/2022/PN Tte divonis dalam sidang yang berlangaung Jumat (1/7) pekan kemarin.

Meski demikian, Direktorat Samapta Polda Malut belum menindaklanjuti putusan pengadilan tersebut. Bahkan barang bukti (BB) ribuan botol minuman beralkohol itu masih di Polda Malut.

Humas PN Ternate, Kadar Noh menuturkan, berkas perkara yang diajukan oleh penyidik Direktorat Samapta Polda Maluku Utara pada tanggal 1 Juli 2022 dengan Nomor BP/ 05/VII/2022/Ditsamapta, bahwa dalam fakta persidangan
terdakwa mengakui uraian singkat yang diajukan oleh penyidik.

Keterangan saksi-saksi telah bersesuaian dengan keterangan terdakwa adalah benar dan terdakwa mengenal barang-barang bukti yang diperlihatkan.

Berdasarkan fakta persidangan, hakim berpendapat bahwa pemeriksaan perkara telah cukup, kemudian menjatuhkan putusan kepada terdakwa. Bahwa berdasarkan keterangan saksi Ardiansyah Alias Iyan dan saksi Zulkifli Tiong Alias Ipin serta keterangan terdakwa maupun barang bukti yang diajukan. 

“Hakim berpendapat bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan telah terbukti bersalah melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya, oleh karena itu harus dipidana,” ujarnya kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Rabu (6/7).

Dengan memperhatikan Pasal 2 Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 05 tahun 2004 tentang larangan pemasukan dan peredaraan minuman beralkohol dalam daerah Kota Ternate, serta peraturan perundang-undangan lainnya.

“Menyatakan terdakwa Dakir telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, menerima titipan minuman beralkohol dalam daerah Kota Ternate,” urainya.

Lanjutnya, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dakir oleh karena itu dengan pidana denda sejumiah Rp 2 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

“Menetapkan barang bukti jenis Beer merk Snow Beer sebanyak 169 karung yang didalamnya berisi sebanyak 4.037 kaleng, dan Tsingtao sebanyak 180 karung yang didalamnya berisi sebanyak 4.283 kaleng harus dimusnahkan,” tuturnya.

Kadar menyebut perkara ini Tipiring, sehingga tidak ada upaya hukum.

“Makannya setelah putusan, seharusnya dari pihak Polisi menyerahkan denda dan barang bukti ke pihak Kejaksaan. Karena Kejaksaan melaksanakan eksekusi terhadap denda dan barang bukti,” katanya.

“Tapi kalau belum (denda dan barang bukti) diberikan ke Kejaksaan, saya tidak tahu itu. Tapi perintah KUHAP-nya segera dieksekusi setelah putusan. Kalau terdakwa tidak membayar denda, berarti menjalani kurungan selama tiga bulan,” sambungnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Ternate, Aan Syaeful Anwar, mengaku pihaknya belum menerima barang bukti dan denda perkara Tipiring dengan terdakwa Dakir dari Direktorat Samapta Polda Malut.

“Sampai saat ini pihak Kejari Ternate belum menerima barang bukti dan denda perkara tersebut,” tutupnya. (gon/ask)

Respon (9)

  1. Ping-balik: dk7
  2. Having read this I thought it was very informative. I appreciate you taking the time and effort to put this article together. I once again find myself spending way to much time both reading and commenting. But so what, it was still worth it!

  3. Ping-balik: Click On this site
  4. I was curious if you ever thought of changing the structure of your site? Its very well written; I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better. Youve got an awful lot of text for only having one or 2 pictures. Maybe you could space it out better?

  5. Ping-balik: mp3juice

Komentar ditutup.