Dari Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Ternate Kendalikan Narkoba

Konferensi pers pengungkapan Narkoba oleh Polda Malut. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Tim operasional Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara berhasil mengungkap peredaran Narkotika jenis ganja sebanyak 2 kilo lebih.

Selain barang bukti Narkotika, petugas juga turut mengamankan tiga pelaku yang diduga sebagai pengedar.

Diduga orang yang menggerakan peredaran Narkotika ini adalah salah satu narapidana (Napi) yang saat ini mendekam di Lapas Kelas IIA Ternate.

Hal ini terungkap saat tim Opsnal Ditresnarkoba mengamankan dua pelaku, yakni AE (24) dan MH (20)

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Tamsil menjelaskan, AE dan MH diamankan pada Jumat (12/8) sekira pukul 16.20 WIT. Bermula ketika tim Opsnal memperoleh informasi adanya peredaran atau pengiriman Narkoba antara provinsi dari luar daerah ke Kota Ternate.

Setelah mendapat informasi tersebut, petugas kemudian melakukan proses penyelidikan dan mendapati dua orang dengan gerak gerik yang mencurigakan menuju ke tempat jasa pengiriman Lion Parcel di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Selatan. Satu diantara kedua orang tersebut masuk ke tempat pengiriman Lion Parcel, dan satunya menunggu di motor.

Beberapa saat kemudian, satu orang yang masuk diduga inisial AE itu keluar dari tempat pengiriman Lion Parcel sambil membawa satu buah paket kotak besar yang diduga adalah paket berisi Narkotika.

Tim Opsnal Unit 1 Subdit II yang dipimpin AKP Umar langsung mengamankan kedua terlapor. Setelah diamankan, petugas langsung melakukan penggeledahan yang disaksikan masyarakat setempat, lalu dibuka kotak tersebut.

“Saat kotak dibuka, ternyata benar paket itu berisi Narkotika jenis ganja. Setelah ditimbang dengan berat bruto 1,1 kilo yang dibungkus dengan kertas alumunium foil dan dimasukan dalam plastik tupperware yang kemudian dililit dengan lakban,” ujar Michael dalam konferensi pers di Mapolda Malut yang didampingi Direktur Ditresnarkoba Polda Malut, Kombes Pol Try Setyadi, Selasa (16/8) tadi.

Selanjutnya kedua pelaku di bawa ke Mapolda dan dilakukan introgasi. Keduanya mengakui bahwa barang tersebut milik seorang warga binaan di Lapas Kelas IIA Ternate dengan inisial RM alias R.

“Kata mereka (AE dan MH) ini hanya disuruh oleh saudara RM (pemghuni Lapas Ternate) untuk mengambil barang, dan nantinya BB (barang bukti) tersebut mereka antarkan ke orang yang diarahkan oleh RM lewat telepon selanjutnya,” jelas mantan Direktur Reskrimsus Polda Sulut itu.

Menurut dia, berdasarkan penelusuran dari resi pengiriman serta pengakuan kedua terlapor mengakui bahwa BB tersebut dikirim dari Kota Medan, Sumatrea Utara. Dari keterangan kedua pelaku itu, anggota Opsnal Ditresnarkoba Polda kemudian melakukan pengembangan dan diamankan barang bukti berupa satu buah paket besar diduga Narkotika jenis ganja dengan berat 1 kilo.

Barang bukti tersebut kembali diamankan dari kantor jasa pengiriman Lion Parcel. Paket pertama dan kedua tersebut alamat pengirimannya sama, yaitu dari Kota Meda, Sumatera Utara. Namun penerima paket di Ternate dengan alamat yang berbeda.

Direktur Ditresnarkoba Polda Malut, Kombes Pol Try Setyadi menambahkan, terkait pengakuan kedua tersangka ini masih bersifat sementara, karena ini diduga sebagai kurir.

Pihaknya belum percaya dan masih melakukan penyelidikan serta pengembangan terhadap proses tersebut.

“Bisa saja terjadi indikasi kemungkinan ada melibatkan ke Lapas dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan. Tapi ini masih berupa alibi dari keduanya. Tetap kita akan kembangkan. Apabila memang betul ada indikasi, kemungkinan kerja sama ataupun Napi di Lapas yang kerja sama, kita akan koordinasi dengan pihak Lapas,” tuturnya.

Sekadar diketahui, sebelum mengamankan kedua pelaku yang diduga pengedar Narkoba, tim Opsnal Ditresnarkoba lebih dulu mengamankan MD (20), warga Tabahawa Kelurahan Kelurahan Salahudin, Ternate Tengah.

Penangkapan ini bermula ketika tim Opsnal Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba yang dipimpin Ipda Adam Ibrahim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya seseorang yang diduga sebagai kurir Narkoba jenis ganja.

Dari informasi tersebut, tim Opsnal Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba yang dipimpin Ipda Adam langsung melakukan penyelidikan identitas dan pemantauan di lapangan. Pelaku kemudian diamankan pada Minggu (13/8) pukul 22.00 WIT malam.

Setelah diamankan, selanjutnya dilakukan interogasi. Pelaku mengaku bahwa hendal mengambil barang bukti Narkotika yang diletakkan di tiang listrik samping Kantor Korem 152 Baabullah di Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara.

Petugas bersama pelaku kemudian menuju ke lokasi yang disimpan BB tersebut dan benar ditemukan satu buah bungkusan plastik. Setelah dibuka bungkusan tersebut berisi 25 sachet plastik bening ukuran kecil dan satu sachet plastik bening ukuran sedang berisi Narkotika jenis ganja.

Pelaku mengakui bahwa masih ada barang bukti Narkotika jenis ganja yang ia simpan di salah satu kamar kos milik temannya di Kelurahan Gambesi.

Petugas kemudian menuju ke kamar kos di Kelurahan Gambesi dan menemukan kembali Narkotika jenis ganja di dalam tas rinjani sebanyak satu plastik bening ukuran besar, 6 bungkus kertas putih, satu bungkus kertas putih berlakban bening, dan satu bungkus plastik hitam yang semuanya berisi ganja.

Selain di kamar kos, pelaku juga menyimpan Narkoba di rumahnya di Tabahawa, tepat di kamar tidur pelaku. Pelaku menyimpan barang haram itu berupa satu sachet plastik bening ukuran sedang berisi ganja. Pelaku dan barang bukti kemudian diamankan ke Mapolda untuk diproses lebih lanjut.

Polisi kini menetapkan tiga pelaku sebagai tersangka. Atas perbuatan mereka, ketiga tersangka diancam pidana dalam Pasal 111 ayat (1) dan 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk pasal 111 ayat (1) ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Sedangkan Pasal 114 ayat (1) penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” tegas juru bicara Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Tamsil.(gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.