Ini Penyebab SILPA Tahun 2021-2022 di Pemprov Malut

Kepala BPKAD Malut, Ahmad Purbaya. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Maluku Utara (Malut), Ahmad Purbaya membeberkan alasan besarnya nilai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun anggaran 2021 dan 2022.

“Ada faktor pekerjaan tidak selesai, juga keterlambatan mengajukan permintaan, dan juga transfer pendapatan yang masuk di 30 atau 31 Desember,” ungkap Ahmad Purbaya.

Menurut Purbaya, total SILPA dalam APBD 2021 sebesar Rp 75 Miliar dan APBD 2022 diprediksi sebesar Rp 45 Miliar. Kelebihan anggaran yang tak sedikit ini, diduga salah satunya dipengaruhi oleh langkah Pemprov Malut untuk memastikan ketersediannya anggaran di kas daerah agar selalu aman.

“Tahun ini kemungkinan 45 Miliar saja. Itu hanya SILPA prediksi dan tahun lalu 75 Miliar,”jelasnya. (ano/ask/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *