Kemana Biaya Sewa Gedung Dhuafa Center? Penegak Hukum Diminta Usut

Gedung Dhuafa Center Ternate. (Udi/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pengelolaan gedung Dhuafa Center di Kota Ternate dipertanyakan. Pasalnya, biaya sewa gedung yang dibangun menggunakan potongan gaji dari pegawai negeri sipil (PNS) Kota Ternate itu tak diketahui mengalir ke mana.

Informasinya, biaya sewa gedung itu sekali pakai dibanderol senilai Rp 15 juta. Namun jika pihak yang menggunakan gedung ini kenal dengan pengelolanya, maka bisa kurang dari itu.

“Kalau ada orang dalam, akan dapat cuma Rp 8 juta,” ungkap salah satu sumber yang enggan menyebut namanya kepada Nuansa Media Grup (NMG), Rabu (14/9).

Sebelumnya, kata sumber itu, biaya sewa gedung hanya Rp 11 juta, namun sekarang kemungkinan sudah dinaikkan.

Terpisah, Kepala Baznas Kota Ternate Adam Ma’rus saat dikonfirmasi NMG mengatakan, pihaknya masuk berkantor di Dhuafa Center tidak mengetahui cara pengelolaannya. Bahkan biaya sewa sejauh ini tidak masuk ke Baznas.

“Pernah juga kami bertanya, karena kami berkantor di sini (Dhuafa Center). Sebab prasasti Dhuafa Center itu ada hubungannya bahwa gedung ini dibangun ada infaq sedekah, tentunya berarti terkait dengan kami juga,” ujar Adam saat ditemui, Kamis (15/9) tadi.

“Kami minta Pemerintah Kota Ternate untuk melakukan audit, hasil audit terbukti memang masih milik pemerintah daerah. Hanya saja jika ditanya menyangkut pengelolaan gedung, sampai hari ini cara pengelolaan keuangannya kami tidak tahu,” sambungnya.

Bahkan, lanjut dia, pihak pengelola Yayasan Bina Dhuafa menolak audit internal dari Inspektorat. Sehingga jika ditanya uang masuk atau tidak, yang jelas, kata Adam, tidak ada. Sebab pihaknya tidak tahu menahu hal itu.

“Kalau bicara sisi filosofi, harus dikelola oleh Baznas, karena gedung ini dibangun sedekah juga, tapi semua tinggal kewenangan dari pemerintah daerah punya sikap. Jadi kalau bicara sisi moral, seharusnya pemerintah daerah serahkan ke Baznas. Intinya biaya sewa tidak masuk ke sini,” tandasnya.

Menyikapi hal ini, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Maluku Utara, M. Bachtiar Husni mendesak penegak hukum agar mengusut biaya sewa gedung Dhuafa Center yang dikelola selama ini.

Menurut dia, gedung Dhuafa Center dimulai pembangunannya itu dilakukan pemotongan gaji ASN di zaman Wali Kota mendiang Burhan Abdurahman dengan nominal yang bervariasi per orang. Dari potongan gaji ASN itulah kemudian dibangun gedung Dhuafa Center.

Ia bilang, gedung Dhuafa Center setelah selesai dibangun kemudian disewakan secara umum kepada masyarakat. Sekarang ini gedung Dhuafa Center sudah banyak diminati, baik secara pribadi maupun badan hukum yang menyewanya.

“Lantas uang dari sewa gedung ini selama pengelolaannya bagaimana? Ada beberapa investigasi yang telah kami lakukan, uang dari hasil sewa gedung ini tidak diketahui dikemanakan,” tuturnya.

Bachtiar berujar, seharusnya gedung Dhuafa Center ini sesuai dengan pengelolaannya dikoordinasikan dengan Baznas Kota Ternate untuk disalurkan. Sehingga bernilai ibadah kepada para ASN dari pemanfaatan gedung tersebut.

“Namun kalau tidak ada kejelasan dan transparansi pengelolaan anggaran sewa gedung Dhuafa Center, ini patut dipertanyakan. Oleh karena itu, saya sebagai Direktur YLBH Malut meminta kepada Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dan aparat penegak hukum melihat hal ini,” desaknya.

Jika memang tidak ada kejelasan dan ada indikasi penyalahgunaan anggaran penyewaan gedung tersebut untuk kepentingan diri sendiri atau sekelompok orang, Bahtiar meminta agar diproses secara hukum. Sebab ini menyangkut dengan dana sumbangan dari ASN Pemkot Ternate.

Bahtiar juga menyarankan agar pihak pengelola gedung Dhuafa Center harusnya setiap bulan dan setiap tahun mengumumkan kepada publik terkait total pendapatan dari biaya sewa gedung itu.

“Selama ini kita tidak pernah dengar dan ketahui anggaran sewa gedung, karena tidak pernah diumumkan. Seharusnya disampaikan dalam satu bulan dan dikalikan dalam satu tahun itu berapa banyak. Jadi penegak hukum harus mengusut ini,” pintanya menutup. (gon/udi/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.