Buka Muswil JSIT Malut, Fahmi Zulkarnain Ajak Sinergi dengan Ormas Islam

Pose bersama pengurus JSIT Indonesia Wilayah Maluku Utara. (Tanwin/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Maluku Utara menggelar musyawarah wilayah (Muswil) II, bertempat di Aula Asrama Haji Ternate, Sabtu (24/9).

Pembukaan Muswil tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Umum JSIT Indonesia, Fahmi Zulkarnain, didampingi Wakil Ketua Pengembangan Wilayah JSIT Indonesia, Askari Chalil.

Selain itu, hadir pula seluruh perwakilan yayasan atau sekolah Islam terpadu, termasuk Ketua Yayasan As-Sa’adah Kota Ternate, Is Suaib.

Ketum JSIT Indonesia, Fahmi Zulkarnain, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pengurus JSIT Indonesia Wilayah Maluku Utara untuk melakukan kolaborasi dan sinergi bersama ormas-ormas Islam dan stakeholder lainnya.

Dengan begitu, menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan bisa berjalan dengan cara berkomunikasi bersama lembaga-lembaga tersebut. Sehingga itu, JSIT Indonesia bisa menjadi salah satu inspirator untuk perubahan dan perbaikan pendidikan di Maluku Utara.

“Di samping itu, ada layanan lainnya yang akan menjadi bagian dari layanan JSIT Indonesia ke sekolah-sekolah anggota,” ujarnya kepada Nuansa Media Grup (NMG).

JSIT Indonesia Wilayah Malut, kata Fahmi, pihaknya akan mekomendasikan mereka ke arah kebijakan, karena secara umum diharapkan dapat membangun komunikasi dan sinergi bersama ormas-ormas Islam.

“Khusus di Maluku Utara, kita berharap ada layanan-layanan yang diberikan secara khusus di sekolah-sekolah kepada sekolah-sekolah Islam terpadu,” harap Fahmi.

“Kami ingin teman-teman di Malut terus membangun organisasi lebih solid lagi, bahkan kita bisa merangkul lembaga-lembaga lain untuk menjadi pengurus di JSIT Indonesia Wilayah Malut,” sambungnya.

Menurut dia, tentu hal ini tetap berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan, tetapi akan terus didorong agar kolaborasi ini bisa diperluas, sehingga lembaga-lembaga lain juga bisa bergabung di JSIT Indonesia.

“Dalam kurikulum JSIT Indonesia akan ada motto lokal sesuai ciri khas di masing-masing wilayah di Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, Plt. Ketum JSIT Indonesia Wilayah Malut, Ibkar Abd. Salam, menambahkan bahwa secara keanggotaan dari 10 kabupaten/kota, JSIT Indonesia Wilayah Malut baru tersebar di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan dan Halmahera Barat.

Sedangkan calon anggota persiapan itu dari Halmahera Timur dan yayasan As-Sa’adah dari Kota Ternate. Sementara, keanggotaannya itu dari yayasan Albina Malut, yayasan Nurul Hasan Kota Ternate, yayasan Citra Umat Kota Tidore Kepulauan, yayasan Insan Kamil Halsel dan yayasan Al-Ukhuwah Halbar.

“Untuk persiapan anggotanya ada dari yayasan As-Sa’adah Kota Ternate dan yayasan Fagogoru Halteng. Sedangkan di kabupaten lainnya yang akan dijadikan pengembangan itu di Morotai, Sula, Taliabu dan Halteng,” jelasnya.

Pelaksanaan Muswil sendiri, lanjut dia, merupakan amanah Musyawarah Nasional (Munas) V dan perintah AD/ART dalam rangka untuk menindaklanjuti kebijakan hasil Munas dan merealisasikan program yang sudah dicanangkan di Munas.

Di antaranya adalah program pengembangan anggota-anggota JSIT Indonesia Wilayah Malut, program lisensi sekolah-sekolah Islam terpadu di Malut dan pembinaan-pembinaan mutu sekolah.

“Jadi di sekolah Islam terpadu itu ada program kekhasan untuk pendalaman kurikulum JSIT Indonesia kepada guru-guru, karena sekolah Islam terpadu punya kurikulum khas yang mengkolaborasikan dengan kurikulum pendidikan nasional,” terangnya.

Karena itu, ia berharap dari Muswil ini kedepannya dapat membangun sinergi untuk membangun kejayaan pendidikan di Maluku Utara.

“Dengan solidaritas dan sinergi ini, kami merangkul seluruh keanggotaan JSIT Indonesia Wilayah Malut agar berkontribusi dalam rangka membangun pendidikan di Malut lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara, Ketua Panitia Muswil, Ahmadyani Lewer, menuturkan bahwa pihaknya tidak hanya menggelar Muswil, tetapi sebelumnya juga dilaksanakan dialog publik bertajuk “Kokohkan Solidaritas dan Sinergi untuk Kejayaan Pendidikan Maluku Utara”.

“Kemudian penyerahan penghargaan terhadap sekolah-sekolah anggota yang lolos program sekolah penggerak,” katanya.

Menurutnya, dari 17 sekolah anggota, ada 5 sekolah Islam terpadu yang lolos sekolah penggerak, baik angkatan I maupun angkatan II. Angkatan I dari SMA IT Nurul Hasan dan SMP IT Nurul Hasan Kota Ternate. Sedangkan angkatan II dari SMP IT Citra Umat dan SD IT Citra Umat Kota Tidore Kepulauan, serta SMP IT Albina Kota Ternate.

“Untuk angkatan III yang menjadi calon sekolah penggerak itu dari SMP IT Insan Kamil dan atau TK IT Insan Kamil Halmahera Selatan, serta SMA IT Fagogoru Halmahera Tengah,” pungkasnya. (tan)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *