DAERAH  

KPK Soal Limbah Tambang: Akan Jadi Bom Waktu

Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah V, Dian Patria. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya ketidakwajaran pada warna air laut di perairan Kabupaten Halmahera Selatan, tepatnya di Pulau Obi.

Temuan KPK ini diungkapkan Ketua Satgas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Wilayah V, Dian Patria saat rapat bersama dengan Pemprov Malut dan Pemda 10 kabupaten/kota beserta perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Malut, Kamis (13/10).

Menurut Dian, air laut berubah warna itu ditemukan pada saat pihaknya melakukan tinjauan ke perusahaan tambang di wilayah Halsel. Sewaktu di tengah laut, warna air laut masih biru, tapi begitu mendekat ke darat, warnanya cokelat semua.

“Secara awam saya melihat seperti itu. Artinya dampak dari lingkungan menyebabkan salah satunya air laut berubah. Namanya eksploitasi, pasti berdampak pada lingkungan. Namun nantinya harus ada kajian-kajian, uji laboratorium dan segala macam,” ujarnya.

Dian mengkhawatirkan hal ini akan menjadi bom waktu. Sebab kata dia, bekas pencucian ore atau limbah tambang diendapkan. Namun karena ada pasir, sehingga tidak menjadi ore dan ditumpuk.

“Ini lama kelamaan akan menjadi bom waktu. Saya kira akademisi juga harus pikirkan. Ini nantinya mau ke mana? Mau dibuang ke mana? Kalau sampai 10 meter, sudah pasti berdampak pada terumbu karang dan sebagainya,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Dian juga menyentil soal tambang rakyat ilegal yang beroperasi di Halmahera Selatan dan Halmahera Utara. Sehingga perlu dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Sebab ini ranahnya polisi.

Ia meminta kepada semua pihak agar sama-sama mengawasi tambang ilegal ini untuk beroperasi. Sebab ini sangat merugikan daerah. (ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *