Polda Malut Buka Suara, Casis Diktuba Polri yang Lulus Sudah Lewat Usia

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Thamsil. (Humas Polda Malut)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Polda Maluku Utara akhirnya buka suara terkait dengan digugurkannya salah satu calon siswa pendidikan pembentukan bintara (Diktukba) Polri yang telah dinyatakan lulus pada penentuan akhir (Pantukhir). Di mana peserta yang diketahui bernama Sulastri Irwan itu lulus dan menempati peringkat ketiga, namun karena sudah melewati batas usia, sehingga ia digugurkan dan kemudian digantikan dengan peserta lain.

Polda Malut melalui Kabid Humas, Kombes Pol Michael Irwan Thamsil, mengungkapkan bahwa Casis Diktuba Polri jalur kompetensi khusus (Bakomsus) Bidan yang digugurkan itu sudah lewat usia 1 bulan dan 21 hari. Hanya saja sejak awal terdapat kesalahan dari operator, sehingga ia dinyatakan lulus berkas hingga Pantukhir.

”Tapi sekarang operator sudah diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), karena ada kesalahan inputnya dia,” katanya saat dikonfirmasi wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Sabtu (5/11).

Ia bilang, selain operator, tidak menutup kemungkinan panitia lain juga akan diperiksa Propam.

”Nanti dicek dari operator yang menginput data. Pokoknya operator sudah diperiksa Propam. Nanti dari operator dicek sejauh mana kesalahannya. Nanti hasil pemeriksaannya apabila lalai, sudah pasti operator diproses,” tegasnya.

Sulastri (kanan) didampingi sang ibu saat memberikan keterangan. (Aksal/NMG)

Atas persoalan ini, atas nama institusi Polri khususnya Polda Maluku Utara, Michael menyampaikan permohonan maaf kepada Sulastri dan keluarga akibat dari salah input data tersebut.

“Kami Polda Maluku Utara minta maaf terhadap hal ini,” tuturnya.

Sebelumnya, kepada NMG, Sulastri menceritakan bahwa pengumuman penetuan akhir (Pantukhir) yang merupakan akhir dari rangkaian seleksi diumumkan pada 2 Juli 2022 lalu. Di mana dirinya dinyatakan lulus. Ia kemudian dipanggil dan aktif mengikuti apel di Mapolda Maluku Utara. Pada Agustus 2022, Sulastri dipanggil dengan alasan usianya sudah melewati batas maksimal. Meski begitu, ia belum mendapat kepastian apa statusnya. Sulastri juga tidak dipulangkan ke Sula, justru masih ditahan dan mengikuti segala aktivitas di Polres Ternate. Selanjutnya pada 2 November 2022, Sulastri mendapat surat pemberitahuan sidang terhadapnya.

”Padahal semua tahapan tes itu saya lulus memenuhi syarat (MS). Setelah itu baru dilakukan perengkinan semua tahapan tes, dan saya dapat peringkat tiga dari sisa peserta 5 orang di seluruh perwakilan Polres Maluku Utara. Setelah itu supervisi dari Mabes Polri, dan saya lulus dengan memenuhi syarat sampai pengumuman Pantukhir, saya dinyatakan lulus,” tuturnya, Jumat (4/11) malam tadi.

Menurutnya, setelah Pantukhir, panitia lokal penerimaan tidak memberikan penjelasan apapun kepadanya. Hingga pada 1 November kemarin, ada surat yang isinya menyebutkan pergantian siswa Diktuk Bintara Polri. Anehnya, dalam surat tersebut tidak ada Bakomsus kesehatan, nanti di ruangan sidang barulah tertulis di spanduk ada Bakoimsus kesehatan. Surat itu dari Polda Maluku Utara, bukan dari Mabes Polri.

“Di dalam ruangan sidang, saya mulai ditanyakan papa (ayah) kerja apa. saya jawab, papa hanya kerja petani. Jadi ada kerja apa ya kerja. Kalau tidak ada kerja ya sudah,” ujarnya.

Ketika itulah panitia mulai terbuka dengannya. Panitia tiba-tiba menggugurkan Sulastri dengan alasan usianya melewati batas. Posisi Sulastri diganti dengan Rahima Melani Hanifa yang saat pengumuman kelulusan berada di posisi empat. Rahima ini diketahui sepupu dari salah satu perwira berpangkat AKBP di Polda Maluku Utara. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *