Pemprov Ungkap 13 Bencana di Malut, Sofifi Rawan Bencana Likuifaksi

Salah satu bencana alam.

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, mengungkapkan ada 13 jenis bencana alam, tetapi yang menjadi konsentrasi berdasarkan data kejadian bencana 2021-2022 adalah hidrometeorologi.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Malut, Taufik Abas, kepada Nuansa Media Grup (NMG) mengatakan, 80 persen bencana hidrometeorologi terjadi di Malut yang meliputi banjir bandang, cuaca ekstrem dan abrasi.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Malut, Taufik Abas. (Karno/NMG)

Menurutnya, ada beberapa jenis bencana di Malut sesuai dengan kajian risiko bencana maupun rencana penaggulangan bencana, sehingga hal ini menjadi dasar dalam pelaksanaan perencanaan.

“Nah, ini yang menjadi konsen penyusunan dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) ke depan. Karena kita melihat 80 persen permukiman berada di pesisir, sehingga karakteristik wilayah ini dalam konteks pencegahan dan kesiapsiagaan,” katanya, Senin (7/11).

Selain itu kata dia, sesuai kajian risiko bencana untuk tahun 2020-2024, ternyata Malut ada penambahan salah satu bencana, yaitu likuifaksi. Di mana karakteristik dari bencana ini adalah bencana ikutan (susulan).

Ia menyebut bahwa jika dilihat dari kondisi ekstrem yang ada, likuifaksi masuk pada wilayah Sofifi. Apalagi rata-rata penduduk berada di pesisir pantai ditambah di daerah-daerah tersebut dialiri sungai-sungai besar dan beberapa tumbuhan seperti sagu dan lainnya.

Ia mengimbau, peruntukan-peruntukan infrastruktur terutama permukiman masyarakat lebih hati-hati dalam mengalokasikan pola ruang untuk pemukiman perumahan.

“Inilah yang menjadi karakteristik bahwa di daerah tersebut ada jenis bencana likuifaksi. Bagaimana kita memberikan justifikasi daerah Sofifi ini terdapat jenis bencana likuifaksi. Kami dari BPBD Malut sudah menyurat ke BNPB untuk kajian lebih mendalam (detail) untuk likuifaksi di Kota Sofifi. Dan itu menjadi respons baik dari deputi strategis BNPB, sehingga di tahun 2023 kita sudah lakukan itu,” pungkasnya. (ano/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *