Kejati Periksa Mantan Wagub Maluku Utara beserta Istri dan Anak, Siapakah Tersangkanya?

Al. Yasin didampingi kuasa hukumnya saat keluar dari ruang penyidik pemeriksaan. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara, M. Al Yasin Ali, menghadiri panggilan pemeriksaan penyidik Kejaksaan Tinggi Malut pada Kamis (4/7).

Al. Yasin diperiksa atas dugaan korupsi pengelolaan keuangan pada program penunjang urusan Pemerintahan Daerah Provinsi Maluku Utara pada unit Wakil Kepala Daerah (WKDH) tahun anggaran 2022 senilai Rp 13.839.254.000 (13,8 miliar).

Amatan wartawan di lapangan, Al. Yasin tiba di Kantor Kejati Malut sekira pukul 15.29 WIT. Hingga pukul pukul 21.15 WIT, barulah mantan Plt Gubernur ini keluar dari ruang penyidik.

Saat dicegat wartawan, Al. Yasin enggan memberi keterangan. Mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode ini menyarankan kepada wartawan untuk mengonfirmasi langsung dengan penyidik.

“Sudah kasih keterangan, nanti tanya di dalam (penyidik),” katanya langsung bergegas masuk ke mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Malut Richard Sinaga, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada Al. Yasin beserta istri dan anak.

“Hari ini kita lakukan pemeriksaan terhadap mantan Wagub, istri dan anaknya,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Kejati telah memeriksa lebih dari 20 orang saksi, termasuk Sekda Samsuddin Abdul Kadir yang saat ini telah menjabat Pj. Gubernur.

Saat ini Kejati tinggal menunggu perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI. Setelah pihak Kejati mengantongi nilai kerugiannya, selanjutnya akan ditetapkan siapa tersangkanya.

“Nanti kita lihat siapa yang harus bertanggungjawab terhadap kerugian keuangan negara yang direkomendasikan. Jadi keterangan-keterangan yang kita dapat dan dokumen yang kita peroleh akan kita simpulkan,” tukasnya.

Richard menegaskan pada tahap penyidikan ini, Pj. Gubernur Samsuddin Abdul Kadir juga kemungkinan akan diperiksa kembali.

“Saksi yang sudah kita panggil pun bisa kita panggil kembali sepanjangan membuat terang masalah ini,” jelasnya sembari menyebut dalam anggaran sekretariat WKDH, Samsuddin merupakan pengguna anggarannya. (gon/ask)