PENAMALUT.COM, TIDORE – SDIT Citra Ummat sukses melaksanakan kegiatan Outing Class Kelas VI Sultan Khairun dan Sultan Nuku di Benteng Tahula, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (13/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kedatangan Bangsa-Bangsa Asing di Indonesia” tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada para siswa.
Wali Kelas VI Sultan Khairun, Suhardi Mahmud, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara tim pengajar dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, sekaligus menyenangkan bagi para siswa.
“Sebelum memulai pembelajaran, anak-anak Soleh dan Soleha mengawali kegiatan dengan membaca Surah Al-Fatihah dan doa penawar hati yang duka menggunakan Metode Ilman Waruhan yang merupakan kebiasaan yang diterapkan oleh JSIT Indonesia, dilanjutkan dengan doa belajar,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Melalui kunjungan langsung ke Benteng Tahula, siswa dapat melihat dan mengenal lebih dekat peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kedatangan bangsa asing di Indonesia, khususnya bangsa Spanyol.
“Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat dan penuh keberkahan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kelas VI Sultan Nuku, Febriyani Safi, menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut para siswa tidak hanya diajak mengenal sejarah, tetapi juga menganalisis proses kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia.
Para siswa kemudian membuat peta kedatangan bangsa-bangsa asing sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu mengolah informasi sejarah sekaligus menyajikannya secara kreatif.
“Anak-anak tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga mampu mengolah informasi dan menyajikannya secara kreatif,” ungkapnya.
Pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh Kepala SDIT Citra Ummat, Fadila Salama, S.Pd., para ustaz dan ustazah, serta orang tua siswa Kelas VI Sultan Khairun dan Sultan Nuku sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Pihak sekolah berharap pengalaman belajar di Benteng Tahula dapat menjadi kenangan yang berkesan bagi para siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah, ilmu pengetahuan, dan tanah air Indonesia.
“Jelajahi tempatnya, pelajari sejarahnya, pahami ilmunya, dan jadikan pengalaman sebagai bekal untuk masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

















