PENAMALUT.COM, TIDORE – Menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait stabilitas komoditas pangan khususnya beras, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mulai melakukan gerakan pangan murah (GPM).
Gerakan pangan murah ini dimulai dari Kelurahan Mafututu, Kecamatan Tidore Timur, Minggu (21/9).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yakub Marajabessy, dalam kesempatan tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas serta pasokan harga pangan yang terjangkau bagi masyarakat, mengingat beberapa komoditas pangan sedang mengalami kenaikan harga di pasaran.
“Ini merupakan langkah cepat yang diambil oleh Pemkot melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai upaya untuk menjaga stabilitas serta pasokan harga pangan agar tetap terjangkau di masyarakat, karena beberapa komoditas pangan salah satunya seperti beras saat ini sedang mengalami kenaikan harga di pasaran,” kata Yakub.
Senada, Kepala Inspektorat Arif Radjabessy dalam kesempatan tersebut menambahkan, selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang bertanggung jawab atas pengawasan secara internal, gerakan pangan murah ini merupakan sebuah strategi untuk bisa menstabilkan harga pangan, karena efek dari GPM ini harga pasar dengan sendirinya akan stabil.
Adapun komoditas yang dijual pada gerakan pangan murah ini adalah beras SPHP dengan harga Rp 58.000/5 kg, minyak goreng Rp 17.000/1 liter, gula pasir Rp 17.000/kg dan udang vaname Rp 70.000/kg. Kegiatan GPM ini juga didukung oleh inovasi mobil dan kapal inflasi untuk melayani kelancaran distribusi pangan di daerah pegunungan dan pesisir pulau kecil.
Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tidore Kepulauan dengan Stakeholder terkait seperti Bank Indonesia, PT. Perum Bulog Ternate,Telkomsel dan Bumdes di sejumlah Desa.












