DAERAH  

Pemkot Tidore Genjot 9 Langkah Strategis Tekan Lonjakan Harga Pangan 2026

PENAMALUT.COM, TIDORE – Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan didorong mengambil langkah cepat dan strategis dalam mengendalikan lonjakan harga bahan pokok dan pangan agar tetap stabil di tengah potensi kenaikan sejumlah komoditas.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, saat memimpin rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait langkah konkret tahun 2026 serta pengelolaan cadangan pangan daerah, yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota, Kamis (16/4/2026).

Ahmad Laiman mengatakan, indikasi kenaikan harga beberapa komoditas di Tidore perlu segera diantisipasi agar tidak berdampak luas terhadap masyarakat.

Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi lahan pertanian yang masih luas di wilayah Tidore sebagai salah satu solusi jangka menengah dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kita punya lahan yang cukup luas. Saya minta dinas terkait berkoordinasi untuk mendorong petani memanfaatkan lahan dengan menanam komoditas seperti cabai, tomat, dan sayur-sayuran guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Ahmad Laiman.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan kosong sebagai upaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Mari manfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur, cabai, dan tomat agar kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Tidore Kepulauan, Samsul Bahri Ace, menyampaikan bahwa TPID Tidore secara aktif mengikuti rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri setiap pekan guna menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.

Ia menjelaskan, terdapat sembilan langkah konkret yang menjadi pedoman pengendalian inflasi di daerah, yakni pemantauan harga dan stok, rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok, operasi pasar murah, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, koordinasi dengan daerah penghasil, pencanangan gerakan menanam, serta realisasi belanja tak terduga (BTT) termasuk bantuan transportasi.

“Sembilan langkah ini menjadi acuan bagi seluruh OPD teknis dalam mengeksekusi program pengendalian inflasi, dengan fokus pada komoditas bergejolak dan dukungan distribusi agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali,” jelas Samsul.

Pemerintah daerah berharap melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, tekanan inflasi di Kota Tidore Kepulauan dapat diminimalisir serta ketahanan pangan daerah semakin kuat.