PENAMALUT.COM, TIDORE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menyambut baik sekaligus mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah dalam upaya pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi II dan III bersama Pemerintah Daerah, sejumlah OPD teknis, serta pihak investor PT Berkah Moloku Kie Raha, Rabu (15/4/2026).
Ade Kama menjelaskan, RDP tersebut membahas rencana pengembangan pariwisata melalui pembangunan fasilitas pendukung Bobo Cabin di Kota Tidore Kepulauan. Menurutnya, DPRD memberikan apresiasi atas masuknya investor yang bersedia bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kami DPRD menindaklanjuti surat dari Pemda yang bekerja sama dengan beberapa investor dalam upaya pengembangan pariwisata di Tidore Kepulauan. Tentunya kami mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah yang alhamdulillah ada investor yang mau bekerja sama,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD menegaskan akan tetap melakukan pengawasan terhadap keseriusan pihak investor dalam merealisasikan rencana kerja sama tersebut.
“Kami akan memantau sejauh mana keseriusan investor ini. Kita minta kejelasan agar benar-benar diketahui sampai mana kerja sama sektor pariwisata ini dijalankan,” katanya.
Ade Kama juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Tidore telah memberikan penegasan kepada pihak investor agar komitmen yang dibangun tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, mengingat pengalaman sebelumnya di mana sejumlah kerja sama dengan investor tidak terealisasi.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pernah ada investor yang berjanji akan membangun proyek di Tidore, tetapi setelah disepakati justru menghilang. Karena itu kami berharap hal seperti ini tidak terulang,” ungkapnya.
Ia menegaskan, DPRD pada prinsipnya mendukung kerja sama tersebut, namun berharap agar segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret setelah penandatanganan kesepakatan dilakukan.
“Dengan langkah-langkah konkret, kami harapkan ini bisa segera direalisasikan. Alhamdulillah pihak investor juga merespons baik dan tinggal menunggu proses legalitas untuk kemudian action. Untuk MoU, pemerintah akan menyiapkan administrasi kerja samanya,” pungkasnya.












