PENAMALUT.COM, TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan sejumlah pesan strategis saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku Utara yang digelar di Bela Hotel Ternate, Minggu (12/4).
Dalam forum tersebut, Sherly mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, beserta jajaran pengurus pusat dan daerah yang hadir.
Di hadapan para kader Golkar, Sherly menyoroti paradoks pembangunan di Maluku Utara. Meski mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi hingga 34 persen, pemerataan kesejahteraan dinilai belum dirasakan masyarakat secara luas.
“Padahal daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, tapi masyarakat belum memperoleh kesejahteraan dalam arti yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Sherly juga mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Maluku Utara mengalami pemangkasan signifikan dari pemerintah pusat, khususnya pada Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
Menurutnya, total pemotongan yang terjadi di 10 kabupaten/kota termasuk provinsi mencapai sekitar Rp3,5 triliun.
“Ini tentu sangat berdampak pada program pembangunan, terutama kebutuhan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di Maluku Utara,” ujarnya.
Ia pun berharap agar pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut, khususnya pada tahun anggaran mendatang.
“Oleh karena itu, mohon di tahun 2027 kiranya DBH tidak lagi dipotong,” tambahnya.
Selain persoalan fiskal, Sherly juga menyoroti potensi pengurangan tenaga kerja di sejumlah kawasan industri di Maluku Utara. Untuk itu, ia menekankan pentingnya hilirisasi lanjutan (downstreaming) guna menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.
Ia mendorong adanya kebijakan dari pemerintah pusat agar para pemilik smelter tidak hanya berhenti pada produksi feronikel, tetapi juga mengembangkan industri turunan seperti pabrik stainless steel.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dan kolaborasi sebagai mitra strategis agar Maluku Utara bisa benar-benar kaya dalam arti yang sesungguhnya,” tandasnya.
Sekadar diketahui, Musda Golkar Maluku Utara ini turut dihadiri langsung oleh Menteri ESDM yang juga Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia. (ask)















