DAERAH  

Tindaklanjut Dugaan Penganiayaan, Diknas Halsel Panggil Kepsek SDN 84

Kadis Pendidikan Halsel, Siti Khotijah, saat diwawancarai sejumlah wartawan. (Amrul/NMG)

PENAMALUT.COM, LABUHA – Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Halmahera Selatan bergerak cepat merespons laporan dugaan penganiayaan dan penghinaan yang menyeret Kepala SDN 84 Halmahera Selatan, Rahma Bani.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Halmahera Selatan, Siti Khodijah, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan memerintahkan bagian Tata Usaha (TU) untuk melayangkan surat panggilan klarifikasi kepada Rahma Bani.

Menurutnya, proses pemeriksaan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa ada perlakuan istimewa.

“Kita akan proses sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Siti kepada wartawan, Selasa (28/7).

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan tidak akan berkompromi terhadap setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan aparatur di lingkungan pendidikan dan akan menempuh mekanisme disiplin sesuai hasil pemeriksaan.

Sebelumnya, Rahma Bani dilaporkan ke Polsek Kayoa atas dugaan tindak pidana penganiayaan dan penghinaan terhadap Rohani Paes (66), warga Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa. Laporan tersebut diterima polisi pada Senin, 27 Juli 2026, dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/07/VII/2026/Sek Kayoa.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIT di depan rumah Adam Bani, Desa Orimakurunga.

Korban mengaku dipukul menggunakan bambu dan kayu hingga mengalami sakit pada bagian punggung. Selain itu, korban juga mengaku mendapat penghinaan dari terlapor.

Bahkan, menurut pengakuan korban, Rahma Bani sempat menantangnya untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Setelah memukul saya menggunakan bambu dan kayu, pelaku sampaikan silahkan proses. Dia banyak uang, jadi tidak akan bisa ditahan polisi,” ujar Rohani menirukan perkataan terlapor.

Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami nyeri pada bagian punggung dan menjalani pengobatan.

Hingga berita ini diterbitkan, Rahma Bani belum buka suara terkait laporan tersebut. (ask)