PENAMALUT.COM, TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen melakukan pergeseran dan pengisian sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Dari total 56 pejabat yang dilantik dan diambil sumpah di Aula Handayani, Dinas Pendidikan Kota Tidore, Senin (10/8), sebanyak 9 pejabat merupakan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penataan birokrasi sekaligus memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah di bawah kepemimpinan Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman.
Sembilan pejabat yang mendapat amanah baru tersebut akan menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial, pemberdayaan masyarakat hingga kepemudaan.
Mereka adalah Zulkifli Ohorella yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Pemerintahan Setda, kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore.
Kemudian M. Iqbal Japono yang sebelumnya Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Tidore.
Selanjutnya Gufran Marsaoly dipercaya menduduki jabatan Sekretaris DPRD Kota Tidore Kepulauan.
Imran Ibrahim dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan. Kardiman dipercaya memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Di sektor pelayanan dasar, Saiful Salim, dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Sedangkan Jamil Hadi mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Untuk bidang sosial, Amin Hasan, dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial. Sementara Yunus Zakaria dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Muhammad Sinen menegaskan, pengisian jabatan tersebut bukan sekadar rotasi atau penghargaan bagi seorang aparatur sipil negara. Para pejabat yang dilantik dituntut mampu membuktikan kapasitasnya melalui kinerja nyata.
“Di bawah kepemimpinan saya selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, kami tidak butuh orang pintar. Yang kami butuhkan adalah kerja nyata dan tegas dalam memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.
Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik harus mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing. Mereka diminta hadir, mendengar dan memberikan solusi atas berbagai persoalan pemerintahan maupun pembangunan.
Muhammad Sinen juga menyoroti kondisi efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi pemerintah daerah. Ia meminta pejabat Eselon II tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mari terus berkolaborasi untuk segera bekerja, lakukan konsolidasi, pahami tugas dan tanggung jawab, serta buktikan bahwa kepercayaan yang diberikan dapat dijawab dengan prestasi dan dedikasi walaupun di tengah kondisi efisiensi seperti sekarang ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, efisiensi justru membutuhkan kreativitas, inovasi dan kolaborasi antarlembaga agar program prioritas daerah tetap berjalan.
Selain dituntut bekerja cepat, para pejabat baru juga diwanti-wanti untuk menjaga integritas dan netralitas. Muhammad Sinen meminta seluruh pejabat menjauhi penyalahgunaan kewenangan dan memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Dengan komposisi baru tersebut, sembilan pejabat Eselon II kini berada di posisi strategis untuk menerjemahkan visi pemerintahan Muhammad Sinen-Ahmad Laiman ke dalam program dan pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat.















