DAERAH  

Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary: KUPP Jailolo Mediasi, Manajemen Ganti Rugi

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Kecelakaan laut terjadi di dermaga Pelabuhan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Senin (17/8). KM Permata Obi menabrak KM Queen Mary saat hendak bersandar hingga menyebabkan kerusakan pada kedua kapal dan fasilitas dermaga.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIT.

Menurutnya, KM Permata Obi tiba di Pelabuhan Jailolo sekitar pukul 08.20 WIT dan kemudian melakukan olah gerak untuk sandar di sisi kiri dermaga.

“Saat mendekati area dermaga, kapal mengalami dorongan angin serta arus yang begitu kencang sehingga kecepatan kapal tidak terkendali,” ujar Rosihan, Rabu (19/8).

Akibat kondisi tersebut, haluan KM Permata Obi menghantam buritan KM Queen Mary yang saat itu tengah melayani aktivitas embarkasi dan debarkasi penumpang.

Benturan keras itu menyebabkan seluruh tali tambat KM Queen Mary putus. Kapal kemudian sempat hanyut ke arah utara dermaga.

Tidak hanya kedua kapal, insiden tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas pelabuhan. Satu unit karet fender dermaga mengalami kerusakan berat, sementara enam unit sepeda motor mengalami kerusakan ringan.

KM Permata Obi mengalami goresan pada bagian haluan. Sedangkan KM Queen Mary mengalami kerusakan pada pagar dek 2 serta kebocoran di bagian buritan.

Meski terjadi kerusakan materiel, Rosihan memastikan tidak ada korban jiwa maupun pencemaran lingkungan akibat kecelakaan tersebut.

“Korban jiwa nihil. Pencemaran lingkungan juga tidak ada, termasuk tidak terdapat tumpahan minyak,” tegasnya.

Pasca-insiden, pihak manajemen KM Permata Obi dan KM Queen Mary sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Kesepakatan penggantian kerugian materiel itu difasilitasi oleh KUPP Kelas III Jailolo dengan mempertemukan pihak manajemen kedua kapal.

Sementara itu, KUPP Kelas III Jailolo juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi KM Permata Obi melalui Marine Inspector.

Hasil pemeriksaan menyatakan KM Permata Obi laik laut sehingga kapal tersebut diizinkan melanjutkan pelayaran menuju Ternate pada Senin (17/8) sekitar pukul 13.25 WIT.

Adapun KM Queen Mary masih menjalani proses perbaikan akibat kerusakan pada bagian buritan.

“Untuk kapal KM Queen Mary masih sedang dilakukan perbaikan dan direncanakan setelah perbaikan akan melakukan kegiatan docking tahunan di Bitung,” pungkas Rosihan. (adi/ask)