[metaslider id="30652"]
DAERAH  

Bunda PAUD Tidore: Wajib Belajar Setahun Pra-SD Fondasi Masa Depan Anak

PENAMALUT.COM, TIDORE – Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus mendorong penguatan pendidikan anak sejak dini. Salah satunya melalui sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra-Sekolah sebagai bagian dari implementasi wajib belajar satu tahun sebelum memasuki sekolah dasar (SD).

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Tidore Utara pada 19 Agustus 2026 dan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen.

file_00000000e98c8206a260f504a395d26a(1)
previous arrow
next arrow

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Nuraen Maradjabessy, saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026), mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan mendorong pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan pra-sekolah bagi tumbuh kembang anak.

“Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan melalui Bidang PAUD telah menggelar sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra-Sekolah di Kecamatan Tidore Utara. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Nuraen.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pendidikan pra-sekolah bukan sekadar program pelengkap sebelum anak memasuki bangku SD. Lebih dari itu, pendidikan pada usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, serta kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Pendidikan pra-sekolah bukanlah sekadar program pelengkap, melainkan fondasi utama membentuk karakter dan kecerdasan anak. Kewajiban belajar satu tahun pra-SD merupakan komitmen penting pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan stimulasi tumbuh kembang yang optimal,” tuturnya.

Rahmawati menambahkan, pelaksanaan program tersebut menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi sejak dini, terutama dalam membangun kesiapan emosional, sosial, dan akademik sebelum memasuki sekolah dasar.

Ia menjelaskan, masa usia dini merupakan periode emas dalam perkembangan anak sehingga membutuhkan dukungan layanan pendidikan yang tepat dan berkualitas.

“Pada usia emas, perkembangan anak sangat pesat sehingga perlu didukung dengan layanan pendidikan yang tepat dan berkualitas sejak dini,” ujarnya.

Karena itu, Rahmawati berharap adanya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur pemerintahan di tingkat paling bawah, agar pelaksanaan program wajib belajar satu tahun pra-SD dapat berjalan optimal.

Melalui sinergi tersebut, ia berharap seluruh anak di Kota Tidore Kepulauan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses layanan PAUD sebelum memasuki pendidikan dasar.

“Melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan dukungan pemerintah daerah hingga ke jenjang paling bawah, tentunya kita semua berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan PAUD,” harapnya.

Desain Tanpa Judul (5)
previous arrow
next arrow