MAJANG  

Pemkot Diminta Tertibkan Pedagang Hewan Kurban di Kawasan Pekuburan Cina Santiong

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate didesak segera menertibkan aktivitas penjualan hewan kurban di kawasan Pekuburan Cina Santiong yang dikelola Yayasan Cahaya Bhakti. Lokasi pemakaman umat Konghucu dan Tionghoa itu dinilai tidak pantas dijadikan area jual beli hewan kurban menjelang Iduladha.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Solidaritas Pemuda Merah Putih Maluku Utara, Mudasir. Ia menilai, masyarakat Kota Ternate selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai adat dan aturan, toleransi, serta saling menghormati antarumat beragama.

“Sebagai warga kota yang hidup berdampingan sejak lama, kita harus mengedepankan etika, rasa hormat, dan saling menghargai antar sesama umat beragama,” ujar Mudasir, Kamis (21/5).

Menurutnya, area pemakaman merupakan tempat sakral yang harus dihormati oleh siapa pun, tanpa memandang agama maupun latar belakang. Karena itu, aktivitas perdagangan hewan kurban di atas atau sekitar area kuburan dinilai tidak etis.

Mudasir mengaku memahami bahwa momentum Iduladha menjadi kesempatan bagi para peternak sapi dan kambing untuk menjual ternak mereka. Namun, ia menegaskan aktivitas tersebut tetap harus diatur dan ditata secara baik oleh pemerintah daerah.

“Kami mengerti ini momentum ekonomi bagi para peternak. Tetapi jangan dilakukan secara liar dan tidak tertata, apalagi sampai berjualan di atas kubur saudara-saudara Tionghoa kita,” katanya.

Ia berharap Pemkot Ternate segera mengambil langkah bijak dengan menyediakan lokasi khusus bagi pedagang hewan kurban agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengurangi rasa hormat terhadap tempat pemakaman dan umat Konghucu di Kota Ternate.

“Pemerintah harus hadir mencarikan solusi lokasi yang layak untuk pedagang hewan kurban, sehingga hubungan toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Ternate tetap terjaga,” pungkasnya. (ask)