Syahdu, 100 Obor Ela-ela Terangi Desa Hatebicara

  • Bagikan

PENA – Suasana bulan Ramadan tahun ini dirasa sunyi oleh sebagian masyarakat di Maluku Utara. Penerapan social distancing akibat merebaknya Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk sementara berdiam diri di rumah dan menjaga jarak dengan warga sekitar. Bahkan, lembaga keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia serta ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga memberikan himbauan untuk menggelar solat di rumah masing-masing, termasuk ibadah solat taraweh dan tadarus Alquran. Tak pelak, suasana Ramadan tahun ini sunyi dari tradisi-tradisi keagamaan.

Imam Masjid Muhajirin Desa Hatebicara memimpin doa sebelum menyalakan obor secara simbolis.

Para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Sirimoi, Desa Hatebicara, Jailolo, Halmahera Barat (Halbar), pada Selasa (19/5), bergerak bersama untuk mempertahankan tradisi malam Ela-ela. Menggandeng Pemerintah Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas, menggelar kegiatan malam Ela-ela dengan menerangi kampung menggunakan 100 obor. Tidak lupa, doa mereka panjatkan sebagai tolak bala akibat Pandemi Covid-19.

Sebagai pembuka, Imam Masjid Muhajirin Desa Hatebicara, Ajid Alwan, secara simbolis membakar salah satu obor yang terletak di halaman depan Masjid, diikuti Babinsa dan Babinkamtibmas serta Ketua Karang Taruna Sirimoi, Mardiansyah Abdurrahman, masing-masing menyalakan obor yang diletakkan dengan jarak 10 meter tersebut.

Kepada kami, Mardiyansyah mengatakan, kegiatan malam Ela-ela yang mereka gelar ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Mereka menginginkan tradisi malam Ela-ela tidak surut, meski di tengah Pandemi Covid-19.

“Dimalam Lailatulqadar, kita panjatkan doa sebagai penolak bala karena merebaknya Pandemi Covid-19. Pak Imam, Pemdes, Bapak Babinsa dan Bapak dari Babinkamtibmas juga kita libatkan. Kita ingin suasana Ramadan di tengah Pandemi ini tidak menghilangkan tradisi kita selama ini,” tukasnya.

Suasana kian syahdu ketika 100 obor menyala mengelilingi Desa Hatebicara. Para warga, anak-anak ikut meramaikan dengan menyalakan obor yang berdiri di pinggiran jalan raya desa. Kian berharap, agar krisis akibat Pandemi ini cepat berlalu dan mereka dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

“Jou Ta’aala si tede virus Corona supaya ngom ma ngofa-ngofa ana dadi sekolah, ngom adi tadi tagi gura se tagi munara kama golfino ua (Tuhan Maha Kuasa angkat virus Corona, supaya anak-anak kita bisa pergi ke sekolah, kita bisa pergi ke kebun, dan pergi kerja tanpa rasa takut,” harapan salah seorang warga. (*)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!