Kritik Kebijakan Pemkot, KNPI: Kota Layak Pemuda, Tak Lagi Ramah Pemuda

  • Bagikan
Ketua DPD KNPI Kota Ternate, Sahrony A. Hirto (Doc: Facebook)

PENA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ternate mengkritisi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui Dinas Kebudayaan yang mengusir komunitas kreatif yang telah lama mendiami Benteng Orange. KNPI Ternate menyayangkan kebijakan yang tanpa alasan tersebut, mengingat berbagai komunitas di Benteng Orange merupakan wadah berhimpun yang berhasil menghidupi ekspresi kaum muda di Kota Ternate.

Melalui keterangan tertulisnya, Selasa (9/6/2020), Ketua KNPI Kota Ternate Sahrony A. Hirto, menegaskan ada empat dalil mengapa pihaknya mengkritisi langkah yang diambil Pemkot Ternate. Pertama, menyangkut ruang ekspresi anak muda. Dalil ini, menurut Sahroni, tidak bisa dihindari lantaran sejak empat tahun belakangan Benteng Orange telah menjadi marwah anak muda dalam berekspresi.

“Usai digelarnya ICCF, benteng orange kian hidup, beberapa kegiatan digelar dan tidak kunjung berhenti. Kegiatan-kegiatan yang digelar tersebut tidak didominasi oleh satu komunitas saja, ada banyak komunitas yang diajak masuk ke dalam benteng dan ikut berkreasi sesuai minat pemuda-pemudi di komunitas yang ada tersebut,” tukas Sahrony.

Dalil kedua, tambah Sahrony, adalah atas janji Walikota Ternate. Aktifnya berbagai komunitas kreatif di dalam Benteng Orange adalah atas dasar janji Walikota Ternate yang disampaikan dalam penutupan ICCF tahun 2019. “Komunitas-komunitas tersebut tidak mungkin asal masuk jika Pak Walikota tidak berjanji pada tahun lalu,” tambahnya.

Ketiga, merupakan ruang komunitas lintas genre. Meski terkesan asal, bagi Sahrony, aktifnya komunitas di dalam Benteng Orange sedikit menurunkan angka kriminalitas antar kampung di Kota Ternate. Hal ini terlihat dari aktivitas anak muda ke arah yang lebih positif melalui komunitas yang ada. Aktivitas-aktivitas tersebut tentu akan mendorong Ternate menjadi kota layak pemuda oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dalil keempat mengapa disebut sebagai kota layak pemuda, karena penempatan kota Ternate sebagai kota layak pemuda tidak asal ditetapkan namun dengan dasar bahwa kebijakan Pemkot Ternate mendukung dan menumbuhkan ekspresi kaum muda ke dalam sebuah kebijakan dan regulasi. Dalam mengapresiasi ini, telah ditetapkan Ternate sebagai tuan rumah Haornas oleh Kemenpora. Beberapa ekspresi dan apresiasi ini kami berharap Pemkot Ternate menyediakan gedung kesenian yang layak untuk dijadikan ruang ekspresi kaum muda di kota Ternate.  “Hal ini ini juga pernah disampaikan oleh beberapa pegiat seni nasional pada saat festival Jazz pertama dihelat di Kota Ternate,” jelas Sahrony.

Atas dasar tersebut, Sahrony berasumsi bahwa kebijakan mengeluarkan komunitas dari dalam Benteng Orange adalah upaya menghambat tumbuhnya ekspresi kaum muda di Kota Ternate. “Harapan KNPI Kota Ternate agar mengembalikan aktivitas komunitas di Kota Ternate ke dalam Benteng Orange. Selain itu, kebijakan untuk menghadirkan gedung kesenian sebagai ruang ekspresi pegiat seni di Kota Ternate. Saya berharap, kiranya Ternate dapat berdaya bersama pemuda,” tutupnya. (ht)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!