Penerapan Protokol Kesehatan di UMMU Dianggap Setengah Hati

  • Bagikan
banner 468x60

PENA – Kasus pasien positif Covid-19 di Maluku Utara memang mengalami penurunan, tapi itu tidak berarti penyebaran pandemi telah selesai, bahkan boleh saja meningkat. Untuk itu, protokol kesehatan wajib dijalankan di tengah adaptasi kehidupan baru oleh siapa pun tanpa kecuali.

Kampus yang diharapkan sebagai garda terdepan dalam memutus rantai persebaran Covid-19, justru tidak ditemukan. Sekali pun disediakan tempat cuci tangan, tapi penggunaan masker dan menjaga jarak justru tidak terlihat di kampus UMMU.

Dosen Sosiologi FISIP UMMU, Herman Oesman, kaget ketika pada Kamis (27/8/2020) ke kampus untuk menguji skripsi mahasiswa, mendapati mahasiswa, dosen, dan beberapa pejabat fakultas dan program studi tidak menggunakan masker. “Mereka bawa masker, tapi tidak dipakai,” ujar Herman.

Lebih lanjut dikatakan Herman, jarak juga tidak diperhatikan oleh mahasiswa dan dosen. “Mereka membentuk kelompok, bercerita, tanpa menggunakan masker dan tanpa mempertimbangkan jarak, situasinya seolah-olah tak ada pandemi.”

Padahal UMMU dalam semua unit dan bagian, termasuk di fakultas dan program studi, harus secara tegas menerapkan protokol kesehatan soal penggunaan masker dengan ketat bagi mahasiswa yang berkepentingan di kampus. “Bila perlu jangan layani mahasiswa yang tidak menggunakan masker,” ucap Herman

“Memang pada setiap bangunan disediakan wadah mencuci tangan, tapi tak ada penegasan dan pengawasan penggunaan masker,” tambah Herman.

Dengan kenyataan itu, menurut Herman, UMMU masih setengah hati menerapkan protokol kesehatan, dan belum ada kesadaran untuk berperan memutus penyebaran pandemi di lingkungan kampus.

Bagi Herman, kampus harus menjadi role model penerapan protokol kesehatan dengan tegas dan konsisten, agar tidak menjadi kluster baru persebaran pandemi ini.[]

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *